Jakarta

Pelayanan RSUD di Jakarta Dinilai Belum Optimal, Hardiyanto Kenneth Komisi C DPRD DKI: Komunikasi Buruk dan Jumlah SDM Kurang

Yasmina Nuha | 29 Mei 2025, 07:50 WIB
Pelayanan RSUD di Jakarta Dinilai Belum Optimal, Hardiyanto Kenneth Komisi C DPRD DKI: Komunikasi Buruk dan Jumlah SDM Kurang

AKURAT JAKARTA - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menilai pelayanan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta saat ini belum optimal.

Kenneth menyebut, terdapat dua masalah dalam hal ini, yakni buruknya komunikasi manajemen RSUD kepada pasien dan kurangnya sumber daya manusia (SDM) seperti tenaga medis yang menangani perawatan.

Hal ini diungkapkannya usai rapat kerja Komisi C DPRD DKI bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dan para direktur utama (dirut) RSUD di gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2025).

Baca Juga: Liburan Long Weekend? Ini 5 Destinasi Dekat Jakarta yang Wajib Dicoba

"Kemarin saya menemukan bahwasannya sumber daya manusianya kurang. Jadi kalau memang kurang orang, itu akan berdampak terhadap pelayanan. Terus, komunikasinya juga jelek. Jadi kita lihat calon-calon pasien menumpuk tapi tidak ada komunikasi," ujar Kenneth.

Ia menyoroti lemahnya respons petugas RSUD dalam merespons pasien yang tengah menunggu perawatan di IGD maupun ruang rawat. Tak hanya itu, warga juga beberapa kali ditelantarkan di ruang tunggu tanpa penjelasan lebih lanjut.

"Masyarakat ditaruh di ruang transit untuk menunggu kamar atau menunggu ruang IGD. Dari pihak rumah sakit tidak menjelaskan ini ruang apa. Makanya kadang-kadang suka ada komplain, masyarakat merasa ditelantarkan," terang Kenneth.

"Coba lah untuk jujur, ngomong apa adanya. Terus masyarakat juga harus diedukasi dengan baik," imbuhnya.

Kemudian, lanjut Kenneth, jika manajemen RSUD merasa kekurangan tenaga medis untuk menangani pasien, mereka bisa melaporkan kepada Dinas Kesehatan dan berdiskusi dengan DPRD untuk mencari jalan keluar.

Baca Juga: Line Up Fase Pertama Synchronize Fest 2025 Resmi Diumumkan, Ada 50 Musisi Siap Goyang JIExpo Kemayoran Selama 3 Hari, Berikut Daftar Lengkapnya!

"Kemarin di RSUD Cengkareng saya melihat dari sumber daya manusia sangat kurang. Jadi kalau memang butuh, tambah. Pokoknya penekanan saya, saya garisbawahi, masyarakat ini jangan menjadi korban karena permasalahan internal," tegasnya.

Dari masalah ini, Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI itu mendesak Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk lebih responsif dalam melakukan evaluasi kinerja RSUD-RSUD.

Bahkan, jika dinilai tak becus mengelola, Kenneth mengusulkan untuk dilakukan mutasi direktur utama RSUD dari jabatannya.

"Nanti kalau memang begini terus, pasti kan kita bisa merekomendasikan, mungkin ada rotasi dan lain-lain, kan boleh. Kita rekomendasi kepada gubernur, supaya diganti orangnya dirotasi atau apa," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.