Gubernur Pramono Tanggapi Santai Kritik Koalisi Masyarakat Sipil di 100 Hari Kerja Pemerintahannya: Tidak Puas Banget Juga Tidak Apa-apa!

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, buka suara terkait kritikan dari Koalisi Masyarakat Sipil yang tidak puas dengan kinerja 100 hari pemerintahan Pramono Anung-Rano Karno.
Pram, sapaan akrabnya itu mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan terkait dengan kritikan tersebut. Bahkan, ia tidak masalah jika penilaian mereka sangat tidak puas.
"Tanggapannya, enggak puas banget juga enggak apa-apa," ujar Pramono kepada wartawan di Jakarta, dikutip Rabu (4/6/2025).
Pram menjelaskan, dirinya bersama Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno tidak merasa terganggu dengan kritikan yang ada, termasuk dari Koalisi Masyarakat Sipil itu.
Namun, mantan Sekretaris Kabinet RI itu menegaskan bahwa pihaknya lebih fokus untuk mewujudkan apa yang sudah dijanjikan oleh pihaknya.
Bahkan, dirinya mengaku sudah hampir menyelesaikan seluruh janji-janjinya kepada warga Jakarta.
"Jadi saya dan Bang Doel tidak terganggu sama sekali dengan urusan-urusan yang seperti itu," kata Pram.
"Kami konsentrasi kerja untuk bisa mewujudkan apa yang saya janjikan di dalam sosialisasi yang lalu. Bahkan hampir semuanya sudah terpenuhi," pungkasnya.
Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil menyerahkan rapor evaluasi kinerja 100 hari Pramono-Rano di Balai Kota.
Mereka menilai janji kampanye Jakarta Menyala yang didengungkan Pramono-Rano, belum menunjukkan perubahan nyata.
Baca Juga: Prediksi Skor Jerman vs Portugal di UEFA Nations League, 5 Juni 2025: Duel Panas di Allianz Arena
Dalam rapor tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil menyoroti lambannya pelayanan publik, minimnya respons terhadap aduan warga, serta kebijakan lingkungan yang dinilai jalan di tempat.
Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, mengatakan bahwa program job fair yang digelar Pemprov DKI juga dikritik karena dianggap hanya bersifat seremonial.
Ia menyebut, program job fair Pemprov DKI tidak menjawab kebutuhan riil pengangguran, khususnya bagi kelompok rentan.
“Tanpa pelatihan terarah, job fair hanyalah seremonial belaka. Jakarta harus menyediakan fasilitas kerja yang adil dan berkelanjutan. Program pelatihan berbasis Green Jobs wajib dikembangkan agar warga memiliki keterampilan sesuai tantangan zaman,” ujar Jeanny. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Elche vs Real Betis di La Liga, 8 November 2026: Mampukah Los Franjiverdes Menghentikan Dominasi Tim Tamu?
- 7Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


