Gubernur Pramono Sebut RDF Rorotan Sudah Uji Coba Skala Kecil, Olah 100-200 Ton Sampah

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan uji coba Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan dengan skala kecil.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah mulai melakukan tahap commissioning dengan mengolah sampah sebanyak 100-200 ton sampah.
"Jadi Rorotan kita sekarang ini sebenarnya sudah mulai melakukan commissioning. Tetapi memang skalanya itu belum skalanya yang besar. Skalanya antara 100 sampai dengan 200 ton," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, dikutip Sabtu (11/10/2025).
Ia menjelaskan, sampai hari ini rata-rata commissioning yang dilakukan serta kemudian mengundang masyarakat berjalan dengan baik.
"Tetapi karena ini kapasitasnya adalah 2.000-2.500. Saya pengen nanti harus pada apa sampai dengan feeder ataupun sampah yang dimasukkan itu diatas 1.000 atau di atas 1.500," harapnya.
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu pun yakin, dengan berbagai perbaikan fasilitas serta pemasangan deodorizer, permasalahan bau dari RDF ini sudah dapat teratasi.
Baca Juga: Usai Jabat Gubernur Satu Periode, Pramono Anung Putuskan Selesaikan Karier di Pemerintahan
"Kalau itu bisa dilakukan dan kemudian tidak menimbulkan efek bau dan sebagainya, saya yakin pasti bahwa apa yang sudah kita lakukan perbaikan di Rorotan dengan memasang deodorizer ternyata memang bisa mengurangi persoalan yang kemudian kemarin dikeluhkan masyarakat," tukasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa saat ini Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan sudah masuk finalisasi dan menuju tahap komisioning.
"Jadi yang pertama untuk RDF Rorotan kebetulan kemarin kami juga merapatkan itu sekarang sudah finalisasi di akhir untuk komisioningnya," ujar Pramono di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2025).
Ia juga menjelaskan, pihaknya sudah melakukan dialog kepada masyarakat terkait dengan pengoperasian kembali RDF ini. Nantinya, warga pun turut diundang saat awal pengoperasian.
"Dan sudah dilakukan dialog dengan masyarakat.
Nanti ketika komisioning full dilakukan, kami sengaja akan mengundang masyarakat yang selama ini keberatan," tuturnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




