Jakarta

Tanggul Baswedan di Jati Padang Pasar Minggu Kembali Jebol, Gubernur Pramono Bakal Tinjau Langsung Besok, Tolak Ganti Namanya

Yasmina Nuha | 3 November 2025, 17:02 WIB
Tanggul Baswedan di Jati Padang Pasar Minggu Kembali Jebol, Gubernur Pramono Bakal Tinjau Langsung Besok, Tolak Ganti Namanya

AKURAT JAKARTA - Tanggul Baswedan di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, jebol hingga menyebabkan air meluap ke rumah warga pada Jumat (30/10/2025).

Merespons hal tersebut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, bakal meninjau langsung kondisi tanggul tersebut pada Selasa (4/11/2025) besok.

"Dan memang besok saya akan ke sana. Kebetulan besok memang saya akan ke tanggul Baswedan," ujar Pramono di Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025).

Baca Juga: Suarasmara di Istora Senayan pada 15 November 2025: Konser Spesial Andien Menghadirkan Vina Panduwinata, Indra Lesmana, Diskoria, hingga Wijaya 80

Ia menjelaskan, sebelumnya dirinya sudah meminta kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk segera mengatasi kejadian tanggul jebol tersebut.

"Untuk tanggul lebih dahulu, saya sudah memerintahkan Sumber Daya Air untuk mengatasi itu dan pada waktu kejadian pada hari Jumat, kemudian tanggul segera bisa diatasi," tuturnya.

Lebih lanjut, terkait usulan warga agar nama tanggul tersebut diubah menjadi Tanggul Pramono, mantan Sekretaris Kabinet RI itu menolaknya.

"Namanya tetap Tanggul Baswedan aja, yang di Jati Padang, Pasar Minggu," tegas mantan Sekjen DPP PDIP itu. 

Diketahui, Tanggul Baswedan ini dibangun pada 2017. Tanggul itu sempat jebol pada Juli 2025. Titik tanggul yang jebol kali ini berbeda dengan peristiwa tanggul jebol Juli lalu.

Ketua RW 06, Abdul Kohar, mengatakan bahwa sebanyak 10 RT di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terendam banjir imbas Tanggul Baswedan jebol. Banjir terparah berada di RT 03.

Baca Juga: Mikrotrans JAK41 Tak Beroperasi Imbas Dihadang Sopir Angkot M02, Gubernur Pramono Minta Dishub DKI Selesaikan Masalahnya

"Jadi 10 RT yang terdampak dari 15 RT. Yang terdampak jumlah KK-nya, kalau di RT 03 aja ini kita sekitar kurang lebih ya 300 KK ya, karena di RT 03 ini yang tempat tanggul jebol," kata Abdul Kohar kepada wartawan di lokasi, Jumat (31/10/2025) lalu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.