Buruh Tuntut UMP Jakarta 2026 Rp 6 Juta, Anggota DPRD DKI: Harus Pertimbangkan Kelangsungan Usaha

AKURAT JAKARTA - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli, menyoroti tuntutan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta Tahun 2026 yang diajukan kalangan buruh mencapai Rp 6 juta.
Menurutnya, penetapan UMP harus dilakukan secara seimbang dan mempertimbangkan dampaknya terhadap perekonomian daerah, termasuk kelangsungan usaha.
Taufik menilai bahwa seperti biasa, pihak buruh akan mengusulkan angka kenaikan UMP yang cukup tinggi.
Baca Juga: Google Luncurkan Gemini 3, Model AI Paling Cerdas dengan Kemampuan Reasoning Setara Doktor
Namun, ia menekankan bahwa DPRD bersama pemerintah harus melihat hal ini dari perspektif yang lebih luas dan seimbang.
"Kalau UMP naik terlalu tinggi, apakah tidak berpotensi membuat ekonomi terganggu? Misalnya perusahaan tutup atau tidak mampu bertahan," ujar Taufik kepada wartawan, Rabu (19/11/2025).
Oleh karena itu, ia pun mempertanyakan kesiapan para pengusaha dalam menanggung beban biaya Sumber Daya Manusia (SDM) yang besar akibat kenaikan upah yang signifikan.
Menurut politikus PKS itu, penetapan UMP tidak bisa hanya dilihat dari kebutuhan buruh saja, meskipun diakui biaya hidup memang cenderung meningkat.
"Jika UMP dinaikkan sepenuhnya sesuai kebutuhan buruh, kita juga harus memastikan ekonomi tetap berjalan dan perusahaan masih bisa hidup dengan beban biaya SDM yang bertambah," terangnya.
Baca Juga: Staycation Ala Jepang di Nemuru Hotel, Pengalaman Menarik yang Wajib Kamu Coba
Selain itu, DPRD juga meminta agar pengusaha bersikap jujur dalam memberikan masukan. Hal ini penting untuk memastikan apakah kenaikan biaya SDM memang akan mengguncang stabilitas perusahaan secara fundamental atau tidak.
"Kita juga meminta pengusaha bersikap jujur: apakah benar kenaikan biaya SDM akan mengguncang perusahaan atau tidak," tandasnya.
Diketahui, ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/11/2025).
Mereka menuntut kenaikan drastis Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 menjadi Rp 6 juta.
Baca Juga: Museum Tengah Kebun, Harta Seni Tersembunyi di Kemang yang Jarang Diketahui
Tuntutan ini disampaikan sebagai respons terhadap tingginya biaya hidup di Ibu Kota yang dinilai tidak sebanding dengan upah minimum saat ini. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


