Jakarta

Perkuat Sinergi dengan BGN, Gubernur Pramono: Program MBG Investasi Masa Depan Jakarta

Laode Akbar | 9 Februari 2026, 17:52 WIB
Perkuat Sinergi dengan BGN, Gubernur Pramono: Program MBG Investasi Masa Depan Jakarta

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu investasi terbesar Jakarta dalam membangun masa depan generasi muda.

Hal itu disampaikannya usai penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Badan Gizi Nasional (BGN) di Balairung, Balai Kota Jakarta, Senin (9/2/2026).

Ia menyebut kerja sama tersebut bukan sekadar menjalankan program prioritas nasional, tetapi langkah strategis memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Baca Juga: Siswa SMKN 34 Tewas Kecelakaan Akibat Jalan Berlubang, Gubernur Pramono Langsung Perintahkan Dinas Bina Marga Lakukan Perbaikan Menyeluruh

"Saya merasa sangat bangga karena apa yang dilakukan melalui program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak yang luar biasa dan signifikan bagi Jakarta," ujar Pramono.

Ia menegaskan bahwa MBG merupakan tindak lanjut dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita.

Pemprov DKI Jakarta, kata Pramono, memastikan implementasinya berjalan efektif dan tepat sasaran.

"Ini bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa," ucapnya.

Politikus PDIP itu juga mengapresiasi laporan positif dari Kepala BGN Prof. Dadan Hindayana mengenai perkembangan Jakarta.

Baca Juga: Dukung Raperda Sistem Pangan, Fraksi Golkar DKI: Harus Jadi Regulasi Strategis, Bukan Sekadar Administrasi

Menurutnya, dampak MBG tak hanya terlihat pada kondisi gizi anak, tetapi juga pada perbaikan indikator sosial dan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi Jakarta secara year-on-year tercatat 5,21 persen, mengungguli nasional yang berada di angka 5,11 persen.

"Yang paling membahagiakan adalah indikator yang berkaitan langsung dengan perbaikan gizi masyarakat," kata Pramono.

Ia menyebut penurunan stunting, turunnya tingkat kemiskinan, peningkatan lapangan kerja, serta kondisi pendidikan anak-anak Jakarta yang dinilai sangat baik sebagai bukti nyata dampak program tersebut.

Dukungan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang diberikan kepada lebih dari 700 ribu siswa juga memperkuat keberlanjutan pembangunan SDM.

Baca Juga: Pembangunan JPO Puri Indah Dimulai, Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Bertahap, Berikut Rinciannya

Di sisi lain, distribusi pertumbuhan ekonomi kini dinilai semakin merata. Gini ratio Jakarta yang bertahun-tahun berada di kisaran 0,39–0,41 mulai menunjukkan penurunan.

"Meskipun belum besar, hal ini menjadi sinyal yang sangat positif," ujarnya.

Pramono juga menekankan pentingnya menjaga rantai pasok pangan melalui kolaborasi dengan BUMD sektor pangan dan keuangan.

Bank Jakarta, ujarnya, menjadi salah satu instrumen pembiayaan profesional yang disiapkan untuk mendukung keberlanjutan program.

Baca Juga: Prediksi Skor AS Roma vs Cagliari di Serie A, Selasa 10 Februari 2026: Misi Bangkit Giallorossi di Olimpico

"Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya agar rantai pasok pangan dapat dikelola secara optimal," jelasnya.

"Dengan begitu, sinergi antara Badan Gizi Nasional dan Pemprov DKI Jakarta semakin kuat dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat," kata Pramono. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
L