Jakarta

Tinjau Longsor TPST Bantargebang, Gubernur Pramono Instruksikan Normalisasi Sungai dan Percepat RDF Rorotan

Laode Akbar | 9 Maret 2026, 14:24 WIB
Tinjau Longsor TPST Bantargebang, Gubernur Pramono Instruksikan Normalisasi Sungai dan Percepat RDF Rorotan
Gubernur Jakarta, Pramono Anung tinjau langsung lokasi longsor di TPST Bantargebang

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/3/2026) pagi.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan pascalongsor berjalan cepat, aman, dan berpihak pada keselamatan petugas serta warga sekitar.

Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengambil langkah-langkah penanganan, termasuk segera menormalisasi Sungai Ciketing yang sempat tertutup material longsoran sampah.

Baca Juga: Tiga Orang Tewas Akibat Longsor TPST Bantargebang, Pemprov DKI Segera Lakukan Operasi Tanggap Darurat

"Di lapangan tadi saya memutuskan agar Sungai Ciketing segera dinormalisasi. Manfaatnya sangat besar bagi warga, karena jika aliran sungai tertutup, akses jalan di sekitarnya juga ikut terhambat," ujarnya kepada wartawan di Balai Kota Jakarta usai peninjauan.

Pramono mengungkapkan, setiap hari TPST Bantargebang menerima kiriman sampah dari Jakarta sekitar 7.400 hingga 8.000 ton.

Karena itu, ia meminta dilakukan pemilahan sebagai langkah penting untuk mengurangi beban tempat pengolahan sampah.

Baca Juga: Waspada! 15 RT dan 2 Ruas Jalan di Jakarta Barat Masih Tergenang Banjir, Ratusan Warga Mengungsi

"Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan karena daya tampungnya sudah sangat terbatas. Sambil menunggu zona 4A dipulihkan, sementara ini pengiriman sampah akan dialihkan ke zona 3 serta dua zona baru yang sedang disiapkan sebagai lokasi sementara," jelasnya.

Lebih lanjut, politikus PDIP itu mengatakan Pemprov DKI Jakarta tengah mempersiapkan pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Jakarta Utara sebagai bagian dari solusi pengelolaan sampah jangka menengah.

Saat ini, fasilitas tersebut masih dalam tahap uji coba dan persiapan operasional bersama para pakar agar dapat berfungsi secara ramah lingkungan, aman, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

"Saya menargetkan RDF Rorotan nantinya bisa membantu mengurangi sekitar 1.000 sampai 1.500 ton sampah per hari. Mudah-mudahan proses commissioning segera selesai sehingga fasilitas ini bisa beroperasi secara normal," ujarnya.

Peristiwa longsor di zona 4A TPST Bantargebang diduga dipicu oleh hujan ekstrem yang terjadi pada Minggu (8/3) dengan curah hujan mencapai 264 mm per hari.

Longsoran tersebut menutup jalan operasional serta aliran Sungai Ciketing sepanjang kurang lebih 40 meter.

Pemprov DKI Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Hingga saat ini tercatat empat orang meninggal dunia dan lima orang mengalami luka ringan serta telah kembali ke rumah masing-masing. Pemprov DKI Jakarta memastikan seluruh korban mendapatkan perhatian dan dukungan penuh.

Korban meninggal dunia yang merupakan petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Dinas Lingkungan Hidup akan menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, biaya pengobatan korban luka serta bantuan sosial bagi warga terdampak juga ditanggung oleh pemerintah daerah. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y