Pemprov DKI Bakal Siapkan Pasukan PJLP Khusus Pemburu Ikan Sapu-sapu, Gubernur Pramono: Populasinya Sudah di Luar Perkiraan!

AKURAT JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap rencana pembentukan pasukan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk menangani ledakan populasi ikan sapu-sapu di sejumlah perairan ibu kota.
Langkah ini diambil setelah temuan di lapangan menunjukkan jumlah ikan tersebut jauh melampaui perkiraan.
Hal itu disampaikan Pramono saat konferensi pers realisasi APBD Triwulan Pertama Tahun 2026 di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Usai meninjau langsung penangkapan ikan sapu-sapu di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Pramono mengungkapkan bahwa jumlah ikan yang ditangkap melebihi target.
"Kebetulan tadi pagi saya ada di Jakarta Utara. Dalam satu kilo sungai kecil, yang ditargetkan hanya sekitar 50 sampai 100 kilogram ikan, ternyata hasilnya lebih dari 200 kilogram," ujar Pramono.
Temuan tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa populasi ikan sapu-sapu di Jakarta sudah di luar perkiraan dan berpotensi mengganggu ekosistem perairan.
"Ini menunjukkan bahwa persoalan ikan sapu-sapu sudah menjadi hal yang harus dipikirkan secara serius," katanya.
Sebagai respons, Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan skema penanganan khusus, termasuk kemungkinan membentuk tim khusus dari unsur Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang fokus melakukan penangkapan ikan sapu-sapu.
"Saya nanti dengan Pak Wagub akan segera memutuskan, memang harus ada PJLP, pasukan khusus untuk menangkap ikan sapu-sapu," tegasnya.
Baca Juga: Mencekam! Satu Keluarga Tewas Terjebak dalam Kebakaran Maut di Tanjung Duren
Sebelumnya, Pramono mengungkapkan bahwa populasi ikan sapu-sapu di sejumlah perairan Jakarta telah mencapai 80 hingga 90 persen, sehingga mengancam keseimbangan biota air.
Hal ini disampaikannya saat turun langsung memimpin Operasi Pemberantasan Ikan Sapu-Sapu di Jalan Janur Elok VI, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Pemprov DKI dalam memulihkan ekosistem sungai yang disebut sudah dikuasai spesies invasif tersebut.
"Langkah ini dilakukan karena keberadaan ikan sapu-sapu di sejumlah perairan Jakarta sudah sangat dominan, mencapai sekitar 80 sampai 90 persen dari populasi biota air, sehingga mengganggu kondisi ekosistem perairan," ujar Pramono. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





