Buka Peluang Tambah Jumlah Sekolah Swasta Gratis, Gubernur Pramono: Tergantung Keuangan Daerah

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, membuka peluang untuk menambah jumlah sekolah swasta gratis guna memperluas akses pendidikan bagi warga.
Saat ini, program tersebut telah berjalan dengan 103 sekolah swasta sebagai tahap awal di tahun 2026.
Pramono mengatakan, penambahan jumlah sekolah dalam program ini akan sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
Namun, ia memastikan komitmen pemerintah untuk terus memperluas cakupan jika kondisi fiskal memungkinkan.
"Kalau kemudian ruang fiskal DPRD DKI Jakarta dapat menambah, pasti akan kami tambah," ujar Pramono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, kebijakan penggratisan sekolah swasta menjadi langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang selama ini sudah sepenuhnya gratis.
Program ini juga menjadi bagian dari prioritas Pemprov DKI bersama DPRD dalam sektor pendidikan.
Selain penggratisan sekolah swasta, Pemprov DKI juga menjalankan berbagai program lain seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), serta pemutihan ijazah.
Pramono menegaskan, langkah tersebut diharapkan dapat memperkecil angka putus sekolah di Jakarta, yang masih menjadi perhatian pemerintah.
"Pendidikan menjadi hal yang sangat penting dan prioritas kami bersama DPRD. Mudah-mudahan ini semakin mempersempit peluang anak Jakarta tidak bisa sekolah karena tidak mampu," katanya.
Selain itu, Pemprov DKI juga memastikan prinsip keadilan dalam kebijakan ini, termasuk membuka kemungkinan cakupan bagi lembaga pendidikan berbasis keagamaan seperti madrasah.
"Ya pokoknya harus adil bagi semuanya termasuk madrasah. Sekali lagi termasuk madrasah," tukasnya.
Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) meningkatkan anggaran program sekolah swasta gratis secara signifikan pada 2026.
Total anggaran melonjak dari sekitar Rp107 miliar pada 2025 menjadi Rp282,4 miliar, seiring bertambahnya jumlah sekolah penerima program tersebut.
Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan peningkatan anggaran ini sejalan dengan perluasan cakupan sekolah gratis yang kini mencapai 103 sekolah. Sebelumnya, program tersebut baru menjangkau 40 sekolah pada tahun ajaran sebelumnya.
"Yang 40 sekolah tetap berlanjut, kemudian ada tambahan 63 sekolah mulai tahun ajaran baru Juli 2026, jadi totalnya 103 sekolah," kata Nahdiana di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/4/2026). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





