Anggota DPRD DKI Apresiasi Program Sekolah Swasta Gratis, Namun Ingatkan Agar Tepat Sasaran untuk Warga Kurang Mampu

AKURAT JAKARTA - Program sekolah swasta gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapat apresiasi dari DPRD DKI Jakarta.
Namun di balik capaian tersebut, legislatif mengingatkan pentingnya memastikan program berjalan tepat sasaran, khususnya bagi warga kurang mampu.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Agustina Hermanto atau Tina Toon, menyampaikan apresiasi atas realisasi program sekolah gratis yang terus berkembang.
Ia mencatat jumlah sekolah yang tergabung dalam program tersebut meningkat signifikan, dari 40 sekolah pada 2025 menjadi 103 sekolah pada 2026.
"Terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan seluruh jajaran Pemprov atas program yang telah ditunaikan, terutama sekolah gratis yang kita highlight," ujar Tina dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, program ini menjadi langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan di Jakarta, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tina Toon mendorong agar jumlah sekolah swasta gratis dapat terus ditingkatkan hingga mencapai 200 sekolah ke depan.
Meski demikian, Tina menekankan bahwa perlu ada pengawasan ketat agar program ini tidak melenceng dari tujuan awal.
Ia meminta Pemprov memastikan penerima manfaat benar-benar berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu.
"Mohon dengan sangat Pemprov bisa memastikan program ini tepat sasaran dan betul-betul yang mendapatkan adalah yang kurang mampu dan membutuhkan," tegasnya.
Tina menjelaskan, saat ini terdapat beberapa skema bantuan pendidikan di Jakarta, mulai dari sekolah negeri, Kartu Jakarta Pintar (KJP), hingga program sekolah swasta gratis.
Dengan beragamnya skema tersebut, ia berharap tidak terjadi tumpang tindih dalam penyaluran bantuan.
"Diharapkan ini sasarannya untuk yang belum dapat pendidikan gratis sama sekali atau bantuan," ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perbaikan data penerima bantuan agar persoalan bantuan sosial yang tidak tepat sasaran dapat diselesaikan.
Menurutnya, integrasi data menjadi kunci agar seluruh anak di Jakarta, khususnya dari keluarga kurang mampu, dapat mengakses pendidikan secara layak.
"Goals-nya semua anak Jakarta nantinya, terutama yang kurang mampu, bisa sekolah dan mendapatkan bantuan. Dan carut-marut bantuan sosial yang tidak tepat sasaran bisa selesai," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di La Liga, 20 September 2026: Duel Tim Kejutan di Riazor
- 2Prediksi Skor Leeds United vs Crystal Palace di Premier League, 20 September 2026: Mampukah The Whites Pertahankan Tren Positif?
- 3Prediksi Skor Villarreal vs Levante di La Liga, 20 September 2026: Mampukah El Submarino Amarillo Lanjutkan Momentum?
- 4Prediksi Skor Juventus vs Atalanta di Serie A, 20 September 2026: Bianconeri Ingin Lanjutkan Momentum Eropa
- 5Pengumuman Resmi! Berikut Daftar Peraih Medali Emas OSN SMA Sederajat 2026, Dari Matematika hingga Inovator AI
- 6Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs RB Leipzig di Bundesliga, 20 September 2026: Adu Momentum di BayArena
- 7Prediksi Skor Fulham vs Manchester United di Premier League, 20 September 2026: Misi The Red Devils Bangkit di Craven Cottage
- 8Prediksi Skor Bournemouth vs Liverpool di Premier League, 20 September 2026: Mampukah The Cherries Tahan The Reds?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








