Jakarta

Dua Tahun Dibiarkan Roboh, Pemprov DKI Pastikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Segera Dibangun Kembali

Laode Akbar | 21 Juli 2026, 15:34 WIB
Dua Tahun Dibiarkan Roboh, Pemprov DKI Pastikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Segera Dibangun Kembali
Gambar: Kondisi atap bangunan SDN Kebayoran Lama 09 yang roboh (@ijoeel)

AKURAT JAKARTA – Hampir dua tahun sebagian rangka atap SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, roboh pada November 2024.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan pembangunan kembali sekolah tersebut akan segera dituntaskan.

Selama menunggu realisasi pembangunan, ratusan siswa masih menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah lain dengan sistem dua shift.

Baca Juga: Prediksi Skor Larne FC vs Crvena Zvezda di Kualifikasi UCL, 22 Juli 2026: Ujian Berat Sang Juara Irlandia Utara

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa telah menerima laporan terkait kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan meminta jajarannya segera menuntaskan persoalan tersebut.

"Saya sudah mendapat laporan dari jajaran terkait. Tentunya saya berikan perhatian khusus agar segera ditangani. Saya pastikan akan segera kami selesaikan," kata Pramono di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Sebagian rangka atap SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh pada November 2024. Hasil rekomendasi teknis Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan menyatakan bangunan mengalami kerusakan berat sehingga tidak lagi layak digunakan sebagai lokasi kegiatan belajar mengajar.

Sejak 27 November 2024, gedung sekolah dikosongkan demi alasan keselamatan. Sebanyak 270 siswa kemudian dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada di lokasi berdampingan. Proses pembelajaran berlangsung dengan sistem dua shift.

Baca Juga: Sempat Sebut Kliennya Kebanggaan Istana, Hotman Paris Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka Kepada Presiden

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga meski siswa harus belajar di sekolah sementara.

"Keselamatan peserta didik menjadi prioritas kami. Di saat yang sama, kami memastikan seluruh siswa tetap memperoleh hak belajar secara optimal," ujar Nahdiana.

"Meski kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan dengan sistem dua shift, proses pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, didampingi guru, dan kualitas layanan pendidikan tetap terjaga," lanjutnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.