Jakarta

Tawuran Antar Warga Pecah Lagi di Manggarai, Gubernur Pramono Siapkan Solusi Jangka Panjang

Laode Akbar | 22 Agustus 2026, 20:44 WIB
Tawuran Antar Warga Pecah Lagi di Manggarai, Gubernur Pramono Siapkan Solusi Jangka Panjang
Aksi tawuran antarwarga Manggarai kembali pecah di sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan (@ach_affandi_)

AKURAT JAKARTA - Aksi tawuran antarwarga Manggarai kembali pecah di sekitar Stasiun Manggarai di kawasan Bukit, Duri, Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat (21/8/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Akibatnya, perjalanan kereta rel listrik (KRL) lintas Jakarta-Bogor sempat terganggu imbas tawuran tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mohammad Iskandarsyah mengatakan, tawuran tersebut diduga melibatkan warga sekitar yang mengalami konflik internal dengan kelompok warga lainnya.

Baca Juga: Legistlator Golkar Ramly HI Minta Kantor Karang Taruna Jadi Prioritas untuk Cegah Tawuran

Menanggapi insiden tersebut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak ingin menangani persoalan tawuran antarremaja secara kasuistik atau hanya dilakukan ketika terjadi bentrokan.

Pramono menilai, salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah menyediakan fasilitas publik agar energi anak-anak muda dapat disalurkan ke kegiatan yang lebih positif.

"Di dalam menyelesaikan persoalan tawuran, saya lebih ingin menyelesaikan bukan dengan cara apa yang bersifat kasuistik hanya sesaat saja, tetapi yang paling utama dan terutama adalah bagaimana anak-anak muda itu energinya tersalurkan secara lebih baik," ujar Pramono di Gereja HKBP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, keberadaan fasilitas publik dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk menyalurkan aktivitas sekaligus membangun interaksi yang lebih positif.

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu mencontohkan penyediaan berbagai fasilitas olahraga, salah satunya sarana olahraga tinju di Jakarta Timur.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan bagi anak muda sehingga energi mereka tidak tersalurkan melalui aksi tawuran.

"Di dalam menyelesaikan itu tidak semata-mata kemudian hanya bersifat jangka pendek saja. Saya ingin menyelesaikannya lebih mendasar dan berjangka panjang," tegasnya.

Pramono mengatakan, tawuran di Manggarai terjadi akibat persoalan kecil antar kelompok yang kemudian berkembang menjadi konflik.

"Terutama yang di Manggarai sebenarnya kemarin terjadi dua kelompok yang sebenarnya kecil persoalannya, karena ketersinggungan dan sebagainya, anak-anak mudanya melakukan tawuran," tukasnya.

Di sisi lain, Pemprov DKI juga telah berkoordinasi dengan jajaran penegak hukum untuk mengantisipasi potensi konflik antarkelompok remaja, khususnya di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y