Jakarta

Soal Wacana CFD Sabtu-Minggu di Jakarta, Waka DPRD DKI Wibi Andrino: Jangan Terburu-buru

Laode Akbar | 26 September 2026, 21:03 WIB
Soal Wacana CFD Sabtu-Minggu di Jakarta, Waka DPRD DKI Wibi Andrino: Jangan Terburu-buru
Ilustrasi CFD di Jalan Rasuna Said, Jakarta. (Akurat.co)

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mendukung wacana penerapan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dua kali dalam seminggu untuk menekan emisi dan meningkatkan kualitas udara Jakarta.

Namun, Wibi meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak terburu-buru menerapkan CFD tambahan, khususnya jika dilakukan pada hari Sabtu.

Menurut Wibi, aktivitas masyarakat pada Sabtu masih cukup tinggi. Kondisi tersebut mencakup mobilitas warga, pekerja, kegiatan UMKM, perdagangan hingga distribusi logistik.

Baca Juga: CFD Dua Kali Sepekan di Jakarta Perlu Dikaji, Emisi hingga UMKM Jadi Pertimbangan

"Prinsipnya saya mendukung setiap upaya untuk menurunkan emisi dan membuat Jakarta lebih sehat. Tapi untuk CFD dua kali seminggu, khususnya hari Sabtu, menurut saya jangan terburu-buru," ujar Wibi dikutip, Sabtu (26/9/2026).

Wibi menilai kebijakan penutupan ruas jalan untuk CFD perlu mempertimbangkan dampak terhadap mobilitas masyarakat.

Ia khawatir kebijakan tersebut justru memindahkan kepadatan lalu lintas ke ruas jalan lain.

"Sabtu itu aktivitas warga, pekerja, UMKM, perdagangan dan logistik masih tinggi. Jangan sampai niatnya mengurangi polusi, tapi justru memindahkan kemacetan ke jalan lain dan menambah beban masyarakat," katanya.

Karena itu, Wibi mengusulkan agar rencana CFD dua kali dalam sepekan terlebih dahulu diuji coba secara terbatas dan terukur.

Menurutnya, evaluasi tidak cukup hanya melihat panjang jalan yang ditutup selama pelaksanaan CFD. Dampak kebijakan perlu diukur secara lebih menyeluruh.

"Kalau mau diuji coba, harus terbatas dan terukur. Evaluasi dampaknya terhadap emisi, kemacetan, UMKM, pekerja dan akses logistik. Jangan hanya menghitung berapa kilometer jalan yang ditutup," katanya.

Wibi menilai upaya menurunkan emisi di Jakarta juga perlu dilakukan melalui sejumlah kebijakan pendukung. Salah satunya dengan memperkuat transportasi publik.

Selain itu, konektivitas first-last mile dan pengendalian emisi kendaraan juga dinilai perlu menjadi bagian dari strategi penurunan emisi di Ibu Kota.

"Bagi saya, prioritas penurunan emisi tetap harus dibarengi dengan memperkuat transportasi publik, memperbaiki konektivitas first-last mile, serta pengendalian emisi kendaraan," tutur Wibi.

Politikus Nasdem itu menegaskan dukungannya terhadap tujuan kebijakan tersebut, namun meminta agar penerapannya tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

"Jadi semangatnya saya dukung, tetapi pelaksanaannya harus berpihak kepada warga. Jakarta harus makin sehat tanpa membuat masyarakat makin susah," tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tengah mengkaji usulan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jakarta selama dua hari setiap akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu.

Pramono mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan secara serius usulan Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, terkait pelaksanaan CFD selama dua hari tersebut.

"Kami mengkaji secara serius usulan Bapak Menteri Lingkungan Hidup untuk Sabtu-Minggu," kata Pramono kepada wartawan dikutip, Senin (14/9/2026). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y