Jakarta

Pemprov DKI Siapkan Anggaran Rp 5,07 Triliun untuk Elektrifikasi Transjakarta, Target Rampung 2029

Laode Akbar | 13 Oktober 2026, 13:28 WIB
Pemprov DKI Siapkan Anggaran Rp 5,07 Triliun untuk Elektrifikasi Transjakarta, Target Rampung 2029
Foto: Ilustrasi - Bus Transjakarta

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyiapkan pembiayaan sebesar Rp5,07 triliun untuk elektrifikasi armada bus Transjakarta selama tiga tahun ke depan.

Langkah ini dilakukan untuk mengejar target seluruh armada bus di Jakarta menggunakan bus listrik pada 2029.

Pramono mengatakan, pembiayaan tersebut menjadi salah satu poin utama dalam 15 dokumen kerja sama antara badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

"Yang paling besar adalah pembiayaan elektrifikasi bus atau armada Transjakarta selama tiga tahun ke depan, nilainya Rp5,07 triliun," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (12/10/2026).

Baca Juga: Masalah Kandang Ayam Berlarut-larut, Warga Ciputat Minta Audiensi Langsung dengan Wali Kota Tangsel

Menurut Pramono, elektrifikasi armada transportasi publik merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi polusi udara di ibu kota.

Ia menargetkan seluruh bus Transjakarta telah menggunakan bus listrik pada 2029. Ke depan, transportasi di Jakarta juga diarahkan menggunakan teknologi yang lebih ramah lingkungan, termasuk hidrogen dan sistem hybrid.

"Karena memang diharapkan di tahun 2029 seluruh bus kita itu sudah menggunakan bus elektrik," ujarnya.

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu menegaskan, penggunaan energi yang lebih bersih akan menjadi arah pengembangan transportasi di Jakarta.

Baca Juga: Gerebek MP Club Pekanbaru, Bareskrim Amankan 68 Orang Positif Narkoba

Ia berharap perubahan tersebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan polusi udara.

"Dan Jakarta hanya untuk transportasinya nantinya hanya ada bus elektrik, hidrogen, atau hybrid," kata Pramono.

Selain elektrifikasi transportasi, Pramono mengaitkan upaya pengurangan polusi dengan rencana pengoperasian pembangkit listrik tenaga sampah.

Ia berharap fasilitas pengolahan sampah menjadi energi tersebut sudah beroperasi ketika target elektrifikasi armada bus tercapai pada 2029.

"Maka dengan demikian harapannya polusinya akan berkurang secara signifikan karena juga pembangkit listrik tenaga sampahnya pasti juga sudah beroperasi pada saat itu," tuturnya.

Baca Juga: Jetour T2 i-DM Siap Ramaikan Pasar Otomotif Tanah Air, Bawa Desain Tegas Mengotak, Bagian Pintu Bagasi Swing Dibuat Lebih Praktis

Kerja sama pembiayaan elektrifikasi armada Transjakarta tersebut menjadi bagian dari 15 dokumen kerja sama yang ditandatangani Pemprov DKI Jakarta bersama sejumlah BUMD, BUMN, dan OPD.

Selain pembiayaan elektrifikasi bus, kerja sama lainnya mencakup pengembangan lahan properti berorientasi transit di sekitar jalur MRT dan Transjakarta senilai sekitar Rp396 miliar serta pembangunan dek pedestrian di Dukuh Atas senilai Rp220 miliar. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.