Jakarta

Dinkes DKI Temukan Lebih dari 40 Ribu Kasus TBC Sepanjang 2026, Kejar Target 68 Ribu Kasus

Laode Akbar | 14 Oktober 2026, 17:57 WIB
Dinkes DKI Temukan Lebih dari 40 Ribu Kasus TBC Sepanjang 2026, Kejar Target 68 Ribu Kasus
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah menemukan lebih dari 40.000 kasus tuberkulosis (TBC) di ibu kota sepanjang 2026.

Angka tersebut masih perlu ditingkatkan untuk mencapai target penemuan sekitar 68.000 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan, Jakarta menjadi salah satu dari lima provinsi dengan kasus TBC yang cukup tinggi di Indonesia.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta telah menjalankan sejumlah program untuk mempercepat penanganan TBC, baik melalui program pemerintah pusat maupun inisiatif yang dikembangkan di tingkat daerah.

Baca Juga: Skor TKA SMA Kini 200–800, Siswa Jangan Keliru Mengartikan Nilainya

Salah satu upaya yang kini gencar dilakukan adalah mengintegrasikan pelacakan atau tracing kasus TBC dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Ani menjelaskan, integrasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan penemuan kasus TBC di tengah masih adanya stigma di masyarakat.

Stigma tersebut menjadi salah satu kendala karena sebagian warga menolak ketika petugas melakukan pelacakan kasus.

"Untuk TBC, penanganan pertama yang harus dilakukan adalah menemukan kasusnya. Sampai dengan saat ini kami sudah menemukan sekitar 40.000 lebih kasus TBC di Jakarta dan targetnya adalah kami seharusnya menemukan sekitar 68.000 kasus TBC," kata Ani di Balai Kota Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Melalui integrasi dengan CKG, masyarakat yang datang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan juga dapat menjadi sasaran pelacakan terhadap kemungkinan adanya kasus TBC.

Baca Juga: AYDA 2027 Kedubes AS Buka Pendaftaran, Peserta Harus Siap Ikuti Kelas di Jakarta Tanpa Uang Saku

Ani menyebut, capaian Jakarta dalam penemuan kasus dan pengobatan TBC sejauh ini sudah cukup baik. Namun, upaya pencegahan penularan masih perlu ditingkatkan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) kepada keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan pasien TBC.

Menurut Ani, capaian pemberian TPT kepada kelompok tersebut masih relatif rendah.

Karena itu, Dinkes DKI Jakarta berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pengurus RT, RW, camat, dan lurah, untuk mendorong masyarakat menerima terapi pencegahan tersebut.

Baca Juga: Gratis dan Terbuka untuk Umum, Job Fair Itenas Jadi Kesempatan Pencari Kerja di Bandung

Dinkes DKI Jakarta juga terus meningkatkan investigasi kontak untuk mengidentifikasi orang-orang yang berpotensi tertular TBC dari pasien yang telah terdiagnosis.

Ani mengatakan, pelaksanaan pelacakan TBC yang terintegrasi dengan CKG dalam beberapa bulan terakhir mulai menunjukkan peningkatan capaian, baik dalam penemuan kasus, investigasi kontak, maupun pemberian terapi pencegahan.

"Kami targetkan di akhir tahun, di Desember ini semua target-target dari pemerintah pusat sudah kami selesaikan," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.