Jakarta

Legislator Golkar Sardy Wahab Soroti 1.400 Armada Pengangkut Sampah DLH DKI yang Sudah Tua

Laode Akbar | 16 Oktober 2026, 09:29 WIB
Legislator Golkar Sardy Wahab Soroti 1.400 Armada Pengangkut Sampah DLH DKI yang Sudah Tua
Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Sardy Wahab dalam rapat kerja Pansus Pengelolaan Sampah bersama DLH DKI Jakarta.

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Sardy Wahab, menyoroti kondisi armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta yang sudah berusia tua.

Dari total armada yang ada, sekitar 1.400 unit disebut sudah tua, sementara lebih dari 200 unit lainnya mengalami kerusakan.

Sorotan tersebut disampaikan Sardy dalam rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah bersama DLH DKI Jakarta pada Senin, (5/10/2026).

Baca Juga: Honor PJLP DLH Jakut Diduga Dipotong Rp500 Ribu, Legislator Golkar Sardy Wahab Minta Evaluasi Total

Rapat tersebut membahas armada pengangkut sampah yang digunakan untuk mendukung pengelolaan sampah di Ibu Kota.

Sardy menilai kondisi armada pengangkut sampah perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat kendaraan tersebut memiliki peran penting dalam proses pengangkutan sampah di Jakarta.

"Dalam hal pengangkutan, armada yang tua sudah sampai 1.400, ada 200 lebih rusak. Anggaran setiap tahun ada," kata Sardy.

Menurutnya, persoalan sarana pengangkutan sampah tidak hanya berkaitan dengan truk, tetapi juga gerobak motor yang digunakan untuk menunjang operasional di lapangan.

"Gerobak motor juga demikian," ujarnya.

Selain menyoroti kondisi armada milik DLH, Sardy turut mempertanyakan penggunaan truk pengangkut sampah oleh perusahaan yang bergerak di sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).

Ia menyebut terdapat sekitar 60 perusahaan yang berkaitan dengan pengangkutan sampah sektor tersebut.

Sardy pun mempertanyakan apakah truk yang digunakan perusahaan-perusahaan itu merupakan kendaraan milik DLH.

"Muncul lagi pengangkut sampah untuk Horeka. Saya tanya juga kepada Pak Kadis ini: untuk Horeka ini, truk yang dipakai punya DLH" tuturnya.

Sardy menegaskan persoalan kepemilikan kendaraan tersebut perlu diperjelas. Ia mengingatkan agar armada milik pemerintah tidak digunakan untuk kepentingan yang tidak semestinya.

"Yang benar! Kalau saya temukan nanti, awas!" tegasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y