Jakarta

Angka Kemiskinan di Jakarta Turun Drastis, Gubernur Pramono: Pertama Kali di Bawah 4 Persen

Laode Akbar | 21 Oktober 2026, 17:36 WIB
Angka Kemiskinan di Jakarta Turun Drastis, Gubernur Pramono: Pertama Kali di Bawah 4 Persen
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam konferensi pers realisasi APBD Triwulan III Tahun Anggaran 2026. (Dok. Pemprov DKI)

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memamerkan capaian penurunan angka kemiskinan di ibu kota yang untuk pertama kalinya berada di bawah 4 persen.

Berdasarkan data Maret 2026, persentase penduduk miskin di Jakarta tercatat sebesar 3,96 persen.

Pramono menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta triwulan III 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Bukan Sekadar Jatuh Saat Bermain, Patah Tulang Berulang pada Anak Perlu Diwaspadai

"Alhamdulillah di bulan Maret kemarin baru pertama kali Jakarta itu persentase penduduk miskinnya di bawah 4 persen, yaitu 3,96 persen," kata Pramono.

Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, penurunan angka kemiskinan tersebut relatif tipis dibandingkan periode sebelumnya.

Pada September 2025, persentase penduduk miskin Jakarta tercatat sebesar 4,03 persen. Artinya, terjadi penurunan 0,07 poin persentase dalam enam bulan.

Dari sisi jumlah penduduk, warga yang masuk kategori miskin berkurang dari 439.120 orang pada September 2025 menjadi 432.620 orang pada Maret 2026. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 432 ribu penduduk miskin di Jakarta.

BPS juga mencatat garis kemiskinan Jakarta pada Maret 2026 sebesar Rp925.525 per kapita per bulan. Angka ini merupakan batas pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan.

Baca Juga: Anggaran Jaminan Kesehatan Warga Tak Mampu Dipangkas Rp 200 Miliar, Ini Penjelasan Bappeda DKI Jakarta

Sementara itu, rata-rata rumah tangga miskin di Jakarta memiliki 4,89 anggota keluarga. Dengan garis kemiskinan tersebut, rata-rata batas pengeluaran rumah tangga miskin tercatat sekitar Rp4,52 juta per bulan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.