Bukan Sekadar Jatuh Saat Bermain, Patah Tulang Berulang pada Anak Perlu Diwaspadai

AKURAT JAKARTA - Anak-anak yang aktif berlari, melompat, dan bermain memang lebih berisiko mengalami cedera.
Namun, ketika patah tulang terjadi berulang kali, orang tua sebaiknya tidak langsung menganggapnya sebagai bagian biasa dari masa tumbuh kembang.
Osteoporosis ternyata tidak hanya dialami orang lanjut usia.
Anak-anak juga dapat mengalami kondisi tulang rapuh, terutama jika memiliki kelainan genetik, penyakit kronis, gangguan nutrisi, atau menjalani pengobatan tertentu dalam jangka panjang.
Masalahnya, anak belum tentu mampu menjelaskan rasa sakit yang dialami dengan jelas.
Akibatnya, cedera bisa terlambat dikenali atau dianggap tidak serius.
Padahal, pemeriksaan yang tepat diperlukan untuk mengetahui apakah patah tulang berkaitan dengan kecelakaan, kondisi tulang, atau faktor kesehatan lainnya.
Ketika Cedera Anak Dianggap Hal Biasa
Dalam keseharian, orang tua mungkin terbiasa melihat anak terjatuh ketika bermain.
Selama anak masih bisa bergerak atau kembali beraktivitas, cedera terkadang dianggap tidak terlalu mengkhawatirkan.
Cara pandang tersebut dapat dipahami karena tidak semua benturan berakhir dengan cedera serius.
Namun, kemampuan anak menggerakkan lengan atau tungkai tidak otomatis menyingkirkan kemungkinan patah tulang.
Di sinilah pentingnya kewaspadaan orang tua.
Perhatian perlu diberikan bukan hanya pada kejadian jatuh, melainkan juga pada pola cedera yang dialami anak.
Dokter Anak Konsultan Endokrinologi, Karina Sugih Arto, menjelaskan melalui laman Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) bahwa osteoporosis pada anak dinilai berdasarkan riwayat patah tulang yang signifikan secara klinis dan hasil pemeriksaan densitas mineral tulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Napoli vs Bodo/Glimt di UCL, 21 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Tengah Ancaman Kejutan Tim Norwegia
- 8Prediksi Skor FC Porto vs PSV Eindhoven di UCL, 21 Oktober 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman bagi Tim Tamu
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






