Anggaran PSO Sebesar Rp6,5 Triliun, Legislator Golkar Alia Laksono Minta Subsidi Berbasis Kinerja

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan subsidi berbasis kinerja dalam alokasi Public Service Obligation (PSO) atau subsidi pelayanan publik sektor transportasi sebesar Rp6,50 triliun pada 2027.
Alia menegaskan, besarnya anggaran subsidi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan transportasi umum yang nyata dirasakan masyarakat.
"Subsidi harus berbasis kinerja," ujar Alia dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2027, Senin (19/10/2026).
Baca Juga: Minta TPP Tepat Sasaran, Legislator Golkar Alia Laksono Tekankan Evaluasi Kinerja ASN Pemprov
Alokasi PSO transportasi sebesar Rp6,50 triliun tersebut setara dengan 8,7 persen dari total belanja daerah DKI Jakarta.
Anggaran itu terbagi untuk Transjakarta sebesar Rp4,82 triliun, MRT Jakarta Rp1 triliun, dan LRT Jakarta Rp684,42 miliar.
Menurut Alia, besarnya alokasi subsidi tersebut perlu disertai target dan indikator kinerja yang terukur. Terlebih, pangsa penggunaan angkutan umum di Jakarta pada 2025 tercatat baru mencapai 23,63 persen.
Karena itu, Fraksi Golkar mendesak Pemprov DKI memaparkan dasar perhitungan subsidi per penumpang untuk setiap moda transportasi, target jumlah penumpang, indikator pelayanan, hingga skema tarif terintegrasi yang direncanakan berlaku mulai 1 Januari 2027.
Alia juga menyoroti sistem pembayaran berbasis akun atau Account Based Ticketing (ABT) yang belum berjalan dalam pembahasan KUA-PPAS 2027.
Menurutnya, sistem tersebut penting untuk memastikan penyaluran subsidi transportasi tepat sasaran.
Selain itu, Pemprov DKI diminta mengevaluasi operasional armada pengumpan atau feeder, termasuk Mikrotrans dan operator JakLingko.
Alia meminta penertiban terhadap operator yang dinilai hanya mengejar target jarak tempuh tanpa membawa penumpang.
"Penertiban operator JakLingko yang hanya mengejar target jarak tempuh atau kilometer kosong tanpa membawa penumpang," kata Alia.
Ia menilai pembenahan layanan transportasi yang sudah tersedia perlu didahulukan sebelum Pemprov DKI merencanakan perluasan jaringan baru.
"Layanan pengumpan adalah urat nadi warga permukiman, sehingga kondisi armada, ketepatan waktu, dan kompetensi pramudi harus diawasi secara ketat," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Napoli vs Bodo/Glimt di UCL, 21 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Tengah Ancaman Kejutan Tim Norwegia
- 8Prediksi Skor FC Porto vs PSV Eindhoven di UCL, 21 Oktober 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman bagi Tim Tamu
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





