Jakarta

BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan Februari 2027, Gubernur Pramono: Jakarta Barat Paling Tinggi Potensi Banjir

Laode Akbar | 5 November 2026, 16:30 WIB
BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan Februari 2027, Gubernur Pramono: Jakarta Barat Paling Tinggi Potensi Banjir
Gubernur Pramono beserta jajaran dalam rapat bersama Forkopimda DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta. (Dok. Pemprov DKI)

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan Jakarta Barat diprediksi menjadi wilayah dengan potensi banjir paling tinggi saat puncak musim hujan pada Februari 2027.

Prediksi tersebut merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut curah hujan tertinggi di wilayah Jakarta diperkirakan terjadi pada Februari 2027.

Pada periode tersebut, hujan dengan intensitas ekstrem juga berpotensi melanda ibu kota.

Baca Juga: Google Indonesia Buka Lowongan Magang di Jakarta, Mahasiswa S1 dan S2 Bisa Daftar

"Yang pertama, diperkirakan curah hujan tertinggi itu di Jakarta Barat," kata Pramono usai rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Mengantisipasi potensi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai memperkuat langkah mitigasi banjir, terutama melalui pembenahan infrastruktur pengendalian air di sejumlah wilayah.

Pramono menyebut penanganan Kali Angke dan Cengkareng Drain menjadi salah satu upaya yang telah dilakukan. Selain itu, Pemprov DKI menargetkan percepatan normalisasi sejumlah sungai hingga Desember 2026.

Beberapa sungai yang menjadi prioritas normalisasi di antaranya Ciliwung, Angke, Krukut, dan Cakung Lama.

"Normalisasi sungai-sungai yang ada, apakah itu Ciliwung, Angke, Krukut, Cakung Lama, dan sebagainya akan kita kebut untuk mudah-mudahan begitu bulan Januari mulai curah hujan tinggi dan kemudian Februari puncaknya," ujar Pramono.

Baca Juga: 6 Barang Gratis yang Bisa Diminta kepada Pramugari, Tak Banyak Penumpang Tahu

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu menjelaskan, musim hujan tahun ini diperkirakan memiliki karakteristik berbeda akibat pengaruh fenomena El Nino.

Periode hujan diprediksi berlangsung lebih singkat, tetapi volume curah hujan yang turun tetap tinggi.

"Karena ada El Nino ini, maka curah hujannya menjadi menyempit, tapi volumenya sama. Waktunya menyempit, tapi volumenya sama," kata Pramono.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.