Jakarta

Kemdiktisaintek Buka Beasiswa untuk Dosen yang Kesulitan Menuntaskan S3

Anggerhana Denni Rahmawati | 5 November 2026, 17:15 WIB
Kemdiktisaintek Buka Beasiswa untuk Dosen yang Kesulitan Menuntaskan S3
Ilustrasi beasiswa. - iStock

AKURAT JAKARTA - Menyelesaikan pendidikan doktoral tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Sebagian mahasiswa sudah melewati berbagai tahapan penelitian, tetapi masih membutuhkan dukungan untuk menuntaskan disertasi hingga sidang promosi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui program beasiswa penyelesaian studi doktor.

Program yang dibuka melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAT) ini ditujukan kepada dosen di bawah koordinasi Kemdiktisaintek.

Bantuan tersebut mencakup mahasiswa doktor yang sedang menempuh studi di dalam maupun luar negeri.

Pendaftaran beasiswa dilakukan secara daring melalui laman https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id pada 4–11 November 2026.

Dengan masa pendaftaran yang relatif singkat, calon pendaftar perlu memahami skema dan persyaratan yang ditetapkan.

Dua Skema untuk Tahap Studi yang Berbeda

Beasiswa penyelesaian studi doktor 2026 menyediakan dua skema penerima.

Keduanya memiliki sasaran berbeda berdasarkan kemajuan studi mahasiswa.

Baca Juga: Incar UI Lewat SNBP 2027? Cek Jurusan dengan Kuota Terbanyak

Skema pertama diperuntukkan bagi mahasiswa doktor di dalam maupun luar negeri yang sudah memiliki jadwal sidang promosi doktor, baik sidang tertutup maupun terbuka.

Mahasiswa yang belum memiliki jadwal sidang juga dapat masuk kategori ini apabila memperoleh rekomendasi promotor yang memuat estimasi waktu pelaksanaan sidang serta capaian akademik selama studi.

Sementara itu, skema kedua ditujukan bagi mahasiswa doktor di perguruan tinggi dalam negeri yang telah menyelesaikan atau dinyatakan lulus ujian maupun seminar proposal disertasi.

Pendaftar juga harus mendapatkan usulan resmi dari kampus tempat menempuh studi sesuai ketentuan yang berlaku.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa bantuan tidak hanya menyasar mahasiswa yang tinggal menyelesaikan tahap akhir doktoral.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.