Jakarta

Gubernur Pramono Bantah Isu Jakarta Siaga 1, Pengerahan 20 Ribu Personel TNI untuk Memperkuat Pengamanan

Laode Akbar | 6 November 2026, 16:13 WIB
Gubernur Pramono Bantah Isu Jakarta Siaga 1, Pengerahan 20 Ribu Personel TNI untuk Memperkuat Pengamanan
Ilustrasi - Pengerahan personel TNI ke Jakarta

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membantah kabar yang menyebut ibu kota berada dalam status Siaga 1 menyusul pengerahan 20.980 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memperkuat pengamanan wilayah Jakarta.

Pramono menegaskan, hingga Kamis (5/11/2026), dirinya belum menerima koordinasi maupun informasi mengenai adanya peningkatan status keamanan Jakarta menjadi Siaga 1.

Menurutnya, sebagai kepala daerah, dirinya pasti mendapat pemberitahuan apabila terdapat perubahan status kesiapsiagaan keamanan di wilayah Ibu Kota.

"Saya tidak, karena apa pun sebagai gubernur, kalau ada Siaga 1 pasti saya dikoordinasikan," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga: Rapat Penataan Pasar Tanah Abang, Gubernur Pramono Tak Mau Lokasi Parkir di Lantai 10: Menyulitkan Pengunjung!

Ia juga memastikan aktivitas pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih berlangsung normal.

Bahkan, sejumlah agenda rapat tetap berjalan seperti biasa tanpa adanya perubahan situasi.

"Sampai hari ini enggak ada, wong kita juga rapat baik-baik saja. Jadi saya tidak mendengar itu," ucapnya.

Rumor mengenai Jakarta berstatus Siaga 1 mencuat setelah TNI mengerahkan 20.980 personel untuk memperkuat pengamanan Ibu Kota.

Baca Juga: Ada Proyek Penurapan, Jalan Raya Sawangan Depok Ditutup Mulai Besok hingga 20 November, Cek Rute Alternatifnya!

Pengerahan pasukan tersebut didasarkan pada Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/96/2026 tertanggal 2 November 2026.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.