Jakarta

Empat Warung Kopi Tertua di Indonesia, Legendaris dan Tetap Bertahan hingga Kini

Zainal Abidin | 12 Januari 2026, 15:45 WIB
Empat Warung Kopi Tertua di Indonesia, Legendaris dan Tetap Bertahan hingga Kini

AKURAT JAKARTA - Deretan warung kopi tertua di Indonesia menjadi penanda penting perjalanan wisata kuliner khususnya budaya minum kopi yang telah hidup sejak masa kolonial hingga kini.

Kopi tidak hanya hadir sebagai minuman pelepas dahaga, tetapi juga ruang pertemuan lintas generasi yang bertahan puluhan bahkan ratusan tahun.

Berikut 4 daftar warung kopi tertua di Indonesia yang masih bertahan hingga sekarang.

Baca Juga: Sering Alot? 5 Teknik Membuat Cumi Bakar Ini Bikin Kamu Kaget dengan Hasilnya

1. Warung Tinggi Tek Sun Ho, Jakarta 

Di Jakarta, Warung Tinggi Tek Sun Ho dikenal sebagai salah satu warung kopi tertua yang telah berdiri sejak tahun 1878.

Warung ini mulanya melayani penggilingan kopi, sebelum akhirnya berkembang menjadi tempat minum kopi bagi warga Batavia.

Baca Juga: Lebih Hemat dan Praktis Dibandingkan Delivery Order, Ini 5 Menu Makan Malam Kilat yang Bisa Jadi Andalan

Bangunan sederhana dengan nuansa lama menghadirkan suasana tenang yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa lampau.

Kopi disajikan dengan cara tradisional, tanpa mesin modern, sehingga rasa pahit dan aromanya terasa kuat dan jujur.

2. Kopi Es Tak Kie, Jakarta 

Baca Juga: Resep Kentang Mustofa Renyah Anti Gagal, Cocok untuk Stok Sahur dan Buka Puasa

Masih di Jakarta, kawasan Glodok menyimpan Kopi Es Tak Kie yang berdiri sejak tahun 1927 dan tetap ramai hingga sekarang.

Kedai ini terkenal dengan es kopi susu khas Tionghoa yang diracik secara konsisten selama hampir satu abad.

Pengunjung datang bukan hanya untuk minum kopi, tetapi juga merasakan suasana pecinan lama yang kental dan penuh cerita.

Baca Juga: Street Food Legendaris Jakarta, Destinasi Wisata Kuliner Wajib Coba bagi Pencinta Rasa Autentik 

Bangku kayu, meja sederhana, dan pelayan senior menjadi bagian dari pengalaman kuliner yang sulit ditemukan di tempat lain.

3. Warung Kopi Purnama, Bandung 

Di Bandung, Warung Kopi Purnama yang berdiri sejak 1930 menjadi saksi perkembangan kawasan Braga dari masa ke masa.

Baca Juga: Destinasi Wisata Kuliner Trend Jakarta yang Populer, Pusat Jajanan Kekinian yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan

Kopi panas dan roti klasik menjadi menu utama yang menemani pagi warga dan wisatawan yang ingin menikmati kota tua.

4. Kedai Kopi Apek, Medan 

Sementara itu di Medan, Kedai Kopi Apek dikenal sebagai tempat berkumpul lintas usia yang telah ada sejak awal abad ke-20.

Baca Juga: Hangat dan Mengenyangkan, Rekomendasi Menu Makanan Berkuah untuk Pagi Hari

Kedai ini mempertahankan cara seduh tradisional yang menghasilkan rasa kopi pekat dan aroma khas Sumatera Utara.

Warung kopi tua bukan sekadar tempat makan dan minum, tetapi ruang sosial yang merekam sejarah kehidupan masyarakat.

Dari obrolan ringan hingga diskusi serius, semua pernah terjadi di meja-meja kecil yang tampak sederhana itu.

Baca Juga: Bukan Sekadar Sate: 5 Tempat Legendaris yang Tetap Diburu di Jakarta Timur

Wisata kuliner ke warung kopi tertua memberi pengalaman berbeda karena menyatukan rasa, sejarah, dan suasana dalam satu kunjungan.

Pengunjung diajak menghargai proses panjang secangkir kopi yang diwariskan dari generasi ke generasi tanpa kehilangan jati diri.

Di tengah maraknya coffee shop modern, warung kopi tua tetap bertahan dengan kesederhanaan dan konsistensi rasa.

Baca Juga: 5 Reseop Jagung Bakar Nikmat untuk Malam Tahun Baru, Pedas Manis hingga Mayones

Keberadaannya menjadi pengingat bahwa kopi Indonesia memiliki akar budaya yang kuat dan layak dijaga bersama.

Mengunjungi warung kopi tertua bukan hanya soal mencicipi minuman, tetapi juga membaca sejarah melalui aroma dan suasana. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.