Jakarta

Benarkah Daging Kambing Bisa Menyebabkan Hipertensi? Simak Penjelasan Ini!

Ani Nur Iqrimah | 17 Juni 2024, 19:30 WIB
Benarkah Daging Kambing Bisa Menyebabkan Hipertensi? Simak Penjelasan Ini!

AKURAT JAKARTA - Pertanyaan tentang apakah daging kambing menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah subjek yang sering dibahas.

Berikut adalah penjelasan berdasarkan pemahaman yang telah dirangkum Akurat Jakarta kali ini.

Kandungan Daging Kambing

Baca Juga: CATAT! Ini 22 Kelurahan di Jakarta Selatan yang Buka Layanan Dukcapil di Akhir Pekan

Daging kambing adalah sumber protein hewani yang kaya dan juga mengandung lemak.

Secara umum, daging kambing memiliki profil nutrisi yang baik.

Meski begitu kandungan lemak jenuh dalam daging kambing bisa berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Baca Juga: Proyek Tanggul Rob Kawasan Tambak Lorok Habiskan Anggaran Rp 386 Miliar, Presiden Jokowi: Bisa Tahan Air 30 Tahun

Hubungan dengan Hipertensi

1. Lemak Jenuh dan Kolesterol

Konsumsi daging kambing dalam jumlah besar yang tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Dimana yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.

Baca Juga: Dapat Daging Kurban? Ini Resep Soto Padang, Kuliner dengan Irisan Daging Sapi Kering yang Gurih dan Segar

2. Cara Pengolahan

Cara mengolah daging kambing juga berperan penting.

Pengolahan dengan banyak minyak atau santan (seperti pada beberapa hidangan tradisional) dapat menambah kandungan lemak dan kalori yang berpotensi mempengaruhi tekanan darah.

Baca Juga: Yuk Ikutan Lomba Foto Eco Qurban Bisa Dapat Rp 2 Juta: Catat Cara dan Syaratnya, Cuma Sampai 20 Juni 2024

3. Sodium (Garam)

Hidangan daging kambing yang diproses dengan banyak garam atau bumbu tinggi sodium dapat meningkatkan tekanan darah.

Garam adalah faktor yang lebih langsung mempengaruhi tekanan darah dibandingkan daging itu sendiri.

Baca Juga: Resep Es Selendang Mayang Khas Betawi, Kuliner Tradisional Sejak Zaman Kolonial Belanda

Studi dan Pendapat Ahli

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah secara umum dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Namun, konsumsi daging kambing dalam jumlah yang wajar dan sebagai bagian dari diet seimbang tidak secara langsung menyebabkan hipertensi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.