Jakarta

Rahasia Menentukan Hari Baik untuk Pernikahan Berdasarkan Weton dan Kalender Islam

Zainal Abidin | 13 Mei 2025, 20:04 WIB
Rahasia Menentukan Hari Baik untuk Pernikahan Berdasarkan Weton dan Kalender Islam

AKURAT JAKARTA - Pernikahan adalah momen istimewa yang biasanya hanya terjadi sekali seumur hidup.

Oleh karena itu, banyak orang yang berusaha memastikan tanggal yang dipilih benar-benar tepat dan penuh berkah.

Dalam budaya Jawa, pemilihan hari baik sering kali dilakukan dengan menghitung weton atau melihat "kalender pasaran".

Baca Juga: PIK Bakal Jadi Magnet Baru Generasi Muda Ibu Kota, Geser Dominasi Jakarta Selatan?

Sementara itu, dalam tradisi Islam, ada juga panduan hari-hari penuh keberkahan.

Berikut ini adalah beberapa cara menentukan hari baik untuk pernikahan atau acara penting lainnya.

1. Menentukan Hari Baik Berdasarkan Weton

Baca Juga: Bukan Sekadar Pandangan Subjektif, Ayah Bisa Lebih Sayang pada Anak Perempuan Ternyata Ada Teorinya

Kenali Weton Masing-Masing Pasangan

  • Setiap orang memiliki weton yang merupakan kombinasi dari hari lahir Masehi dan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).
  • Menurut tradisi Jawa, keserasian weton pasangan sangat penting untuk menjamin kehidupan pernikahan yang harmonis.
  • Misalnya, weton yang serasi dipercaya membawa keharmonisan, sementara yang bertentangan bisa menimbulkan konflik.

Baca Juga: Mengatasi Luka Lebih Cepat: 7 Obat Herbal yang Wajib Dicoba

Hindari Weton yang Kurang Serasi

  • Jika weton pasangan dianggap kurang serasi, pemilihan hari yang tepat bisa membantu menyeimbangkan energi hubungan.
  • Beberapa orang percaya bahwa memilih hari yang salah bisa membawa pengaruh negatif dalam rumah tangga.

Baca Juga: Bahan Alami Atasi Gusi Bengkak, Nomor 5 Bikin Kaget!

Konsultasikan dengan Ahli Weton

  • Jika merasa kesulitan, sebaiknya berkonsultasi dengan orang tua, sesepuh, atau ahli weton untuk menentukan hari yang paling baik.
  • Mereka biasanya lebih memahami makna dan filosofi weton secara mendalam.

2. Perhitungan Berdasarkan Hari Pasaran Jawa

Baca Juga: Nggak Perlu Perawatan Mahal, Jerawat Hilang dengan 7 Bahan Alami Ini

Pahami Makna Hari Pasaran

  • Pasaran Jawa terdiri dari lima hari: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
  • Setiap hari memiliki karakteristik energi yang berbeda, seperti hari Kliwon yang dianggap penuh berkah dan kuat, sedangkan Pahing bisa kurang cocok untuk acara besar.

Hindari Hari dengan Energi Kurang Baik

  • Beberapa orang menghindari hari tertentu yang dianggap kurang cocok untuk pernikahan, misalnya karena dianggap membawa energi yang kurang baik untuk hubungan.

Baca Juga: Termasuk Flu Biasa, Kenali 5 Penyakit Umum yang Sering Mengganggu Kesehatan Beserta Cara Menanganinya Berikut Ini

Gunakan Kombinasi Weton dan Pasaran

  • Menggabungkan perhitungan weton dan hari pasaran bisa memberikan hasil yang lebih akurat dalam menentukan hari baik.

3. Pertimbangkan Kalender Islam untuk Keberkahan

Pilih Hari yang Penuh Berkah

  • Hari Jumat sering dianggap sebagai hari terbaik untuk pernikahan karena penuh berkah dan doa.
  • Selain itu, hari-hari besar seperti Maulid Nabi, Idul Fitri, dan Idul Adha juga memiliki makna religius yang mendalam.

Baca Juga: Grup K-Pop NCT DREAM Bakal Gelar Tour Konser Dunia, Salah Satunya di Jakarta, Kapan? Simak Tanggal dan Lokasinya di Sini

Sesuaikan dengan Kalender Hijriah

  • Beberapa keluarga lebih memilih untuk menikah pada bulan yang dianggap suci atau penuh rahmat dalam Islam, seperti bulan Rabiul Awal atau Dzulhijjah.

(*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.