Rahasia Menentukan Hari Baik untuk Pernikahan Berdasarkan Weton dan Kalender Islam

AKURAT JAKARTA - Pernikahan adalah momen istimewa yang biasanya hanya terjadi sekali seumur hidup.
Oleh karena itu, banyak orang yang berusaha memastikan tanggal yang dipilih benar-benar tepat dan penuh berkah.
Dalam budaya Jawa, pemilihan hari baik sering kali dilakukan dengan menghitung weton atau melihat "kalender pasaran".
Baca Juga: PIK Bakal Jadi Magnet Baru Generasi Muda Ibu Kota, Geser Dominasi Jakarta Selatan?
Sementara itu, dalam tradisi Islam, ada juga panduan hari-hari penuh keberkahan.
Berikut ini adalah beberapa cara menentukan hari baik untuk pernikahan atau acara penting lainnya.
1. Menentukan Hari Baik Berdasarkan Weton
Baca Juga: Bukan Sekadar Pandangan Subjektif, Ayah Bisa Lebih Sayang pada Anak Perempuan Ternyata Ada Teorinya
Kenali Weton Masing-Masing Pasangan
- Setiap orang memiliki weton yang merupakan kombinasi dari hari lahir Masehi dan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).
- Menurut tradisi Jawa, keserasian weton pasangan sangat penting untuk menjamin kehidupan pernikahan yang harmonis.
- Misalnya, weton yang serasi dipercaya membawa keharmonisan, sementara yang bertentangan bisa menimbulkan konflik.
Baca Juga: Mengatasi Luka Lebih Cepat: 7 Obat Herbal yang Wajib Dicoba
Hindari Weton yang Kurang Serasi
- Jika weton pasangan dianggap kurang serasi, pemilihan hari yang tepat bisa membantu menyeimbangkan energi hubungan.
- Beberapa orang percaya bahwa memilih hari yang salah bisa membawa pengaruh negatif dalam rumah tangga.
Baca Juga: Bahan Alami Atasi Gusi Bengkak, Nomor 5 Bikin Kaget!
Konsultasikan dengan Ahli Weton
- Jika merasa kesulitan, sebaiknya berkonsultasi dengan orang tua, sesepuh, atau ahli weton untuk menentukan hari yang paling baik.
- Mereka biasanya lebih memahami makna dan filosofi weton secara mendalam.
2. Perhitungan Berdasarkan Hari Pasaran Jawa
Baca Juga: Nggak Perlu Perawatan Mahal, Jerawat Hilang dengan 7 Bahan Alami Ini
Pahami Makna Hari Pasaran
- Pasaran Jawa terdiri dari lima hari: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
- Setiap hari memiliki karakteristik energi yang berbeda, seperti hari Kliwon yang dianggap penuh berkah dan kuat, sedangkan Pahing bisa kurang cocok untuk acara besar.
Hindari Hari dengan Energi Kurang Baik
- Beberapa orang menghindari hari tertentu yang dianggap kurang cocok untuk pernikahan, misalnya karena dianggap membawa energi yang kurang baik untuk hubungan.
Gunakan Kombinasi Weton dan Pasaran
- Menggabungkan perhitungan weton dan hari pasaran bisa memberikan hasil yang lebih akurat dalam menentukan hari baik.
3. Pertimbangkan Kalender Islam untuk Keberkahan
Pilih Hari yang Penuh Berkah
- Hari Jumat sering dianggap sebagai hari terbaik untuk pernikahan karena penuh berkah dan doa.
- Selain itu, hari-hari besar seperti Maulid Nabi, Idul Fitri, dan Idul Adha juga memiliki makna religius yang mendalam.
Sesuaikan dengan Kalender Hijriah
- Beberapa keluarga lebih memilih untuk menikah pada bulan yang dianggap suci atau penuh rahmat dalam Islam, seperti bulan Rabiul Awal atau Dzulhijjah.
(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









