Jakarta

Tak Perlu Langsung Total, Begini Cara Efektif Berhenti Merokok ala Dokter UI

Saeful Anwar | 3 Juni 2025, 18:06 WIB
Tak Perlu Langsung Total, Begini Cara Efektif Berhenti Merokok ala Dokter UI

AKURAT JAKARTA - Berhenti merokok memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. 

Banyak orang gagal karena mencoba langsung berhenti total tanpa strategi. Padahal, menurut dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, ada cara yang lebih realistis dan efektif untuk lepas dari jeratan nikotin. 

Artikel ini mengulas langkah-langkah berhenti merokok yang bisa dimulai dari hal sederhana: mengurangi dan menunda.

Baca Juga: Belajar dari Job Fair Bekasi, Gubernur Pramono Tak Mau Job Fair di Jakarta Dipublikasikan Secara Besar-besaran, Ini Alasannya!

Dalam sebuah diskusi kesehatan yang dipantau secara daring di Jakarta, dr. Aditya Wirawan Ph.D SpP, dokter spesialis pulmonologi RS UI, menyampaikan bahwa berhenti merokok bisa dilakukan secara bertahap. 

"Ada beberapa metode, kalau mau langsung stop syukur, kedua ada yang ditunda dulu pemberian rokoknya dan ketiga pengurangan jumlah rokok yang dihisap setiap hari atau berangsur-angsur," kata Aditya, dikutip dari Antara, Selasa (03/06).

Metode pertama yang disarankan adalah mengurangi jumlah batang rokok secara perlahan. 

Caranya, perokok bisa mulai dengan batas maksimal 10 batang sehari. Kemudian, jumlah tersebut dikurangi dua batang setiap hari. Dengan begitu, dalam waktu enam hari, konsumsi rokok akan mencapai nol batang.

Baca Juga: Prihatin Lihat Kondisi Jembatan Baja Berusia 20 Tahun, Bupati Tangerang Ajak Pemkab Bogor Bangun Akses Penghubung Kecamatan Legok dan Parung Panjang

Selain pengurangan, penundaan waktu merokok juga menjadi strategi yang ampuh. Jika biasanya seseorang merokok pukul 9 pagi, maka keesokan harinya bisa ditunda ke pukul 11 siang, dan terus ditunda hingga hanya satu batang pada malam hari di hari ketujuh.

Menurut Aditya, kunci dari semua metode tersebut adalah komitmen pribadi. 

"Teknik yang bisa dipakai tergantung mana yang cocok, yang penting keinginannya harus kuat, kalau ada kemauan kuat hari itu berhenti lebih baik," ujarnya.

Menariknya, tubuh sebenarnya langsung merespons positif sejak pertama kali berhenti merokok. Dalam 20 menit, tekanan darah dan denyut jantung mulai membaik. 

Dalam 12 jam, kadar karbon monoksida dalam darah menurun ke tingkat normal. Bahkan, dalam dua hingga lima hari, nikotin benar-benar keluar dari tubuh dan kemampuan pengecapan kembali pulih.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Gelar Gerakan Pangan Murah atau GPM, Wabup Intan: Untuk Meringankan Masyarakat Memenuhi Kebutuhan Pokok Jelang Idul Adha 2025

Perbaikan terus berlanjut dalam jangka menengah. Dalam dua hingga enam minggu, risiko infeksi saluran napas berkurang dan sesak napas mulai mereda. 

Aditya menambahkan bahwa efek jangka panjangnya sangat signifikan: dalam 1–15 tahun, risiko penyakit jantung, stroke, hingga kanker menurun drastis, bahkan mendekati orang yang tidak pernah merokok.

Yang paling mengesankan, perokok yang berhenti di usia pertengahan 30-an bisa memiliki harapan hidup yang sama dengan orang yang tidak pernah merokok.

Baca Juga: Pemprov DKI Gelar Pemutihan Ijazah untuk 1.315 Siswa SD hingga SMA dengan Anggaran Capai Rp 4,3 Miliar, Berikut Rinciannya

Berhenti merokok tidak harus dilakukan secara ekstrem. Dengan metode pengurangan atau penundaan, siapa pun bisa mulai prosesnya hari ini. 

Seperti disampaikan dr. Aditya, keinginan kuat adalah bahan bakar utama untuk sukses berhenti merokok. 

Manfaatnya pun langsung terasa, baik jangka pendek maupun panjang. Jadi, jika kamu masih menunda, mungkin sekaranglah waktu yang tepat untuk memulai perubahan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.