Jakarta

Prihatin Lihat Kondisi Jembatan Baja Berusia 20 Tahun, Bupati Tangerang Ajak Pemkab Bogor Bangun Akses Penghubung Kecamatan Legok dan Parung Panjang

Sastra Yudha | 3 Juni 2025, 17:40 WIB
Prihatin Lihat Kondisi Jembatan Baja Berusia 20 Tahun, Bupati Tangerang Ajak Pemkab Bogor Bangun Akses Penghubung Kecamatan Legok dan Parung Panjang

AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengaku prihatin dengan kondisi jembatan baja berusia lebih dari 20 tahun, yang menghubungkan Kecamatan Legok dan Parung Panjang.

Jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 2 meter tersebut menjadi penghubung vital antar warga dan dua wilayah.

Jembatan baja tersebut menghubungkan Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, dengan Desa Jagabita, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Gelar Gerakan Pangan Murah atau GPM, Wabup Intan: Untuk Meringankan Masyarakat Memenuhi Kebutuhan Pokok Jelang Idul Adha 2025

Meskipun secara fisik tidak mengalami kerusakan besar, namun dari aspek usia dan tingginya intensitas lalu lintas membuat kondisi jembatan perlu segera diperbaiki.

“Sebenarnya jembatan ini belum patah, tetapi usianya sudah cukup tua, dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar dua dekade lalu," kata Maesyal saat mengunjungi jembatan tersebut, pada Senin (2/6/2025).

Setiap hari, jembatan ini dilintasi sekitar 1.000 kendaraan roda dua dan pejalan kaki dari dua kabupaten, yaitu Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor.

Oleh karena itu, lanjut bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini, perlu segera dibangun jembatan baru yang lebih aman dan memadai.

Bupati Maesyal pun mengaku, segera berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam merancang dan merealisasikan pembangunan jembatan baru tersebut.

“Kami dari Pemkab Tangerang akan berkoordinasi dengan Pemkab Bogor agar pembangunan jembatan ini bisa dilakukan Bersama," katanya.

Targetnya, lanjut Maesyal, pembangunan jematan ini bisa dimulai pada akhir 2025, melalui perubahan anggaran.

Baca Juga: Pemprov DKI Gelar Pemutihan Ijazah untuk 1.315 Siswa SD hingga SMA dengan Anggaran Capai Rp 4,3 Miliar, Berikut Rinciannya

"Kami juga ingin jembatan ini nantinya bisa dilalui oleh kendaraan roda empat,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya melalui dinas terkait segera memasang rambu-rambu keselamatan sebagai langkah awal antisipasi kecelakaan.

Selain itu, pihaknya juga akan menyosialisasikan penggunaan jembatan dengan lebih hati-hati kepada masyarakat.

Sementara Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, mengatakan bahwa pihaknya akan menyusun Dokumen Perencanaan Teknik atau Detail Engineering Design (DED) untuk rencana pembangunan jembatan tersebut.

"Jembatan ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 2 meter. Kami akan segera membuat DED sebagai dasar pembangunan," katanya.

"Dalam waktu dekat, kami juga akan memasang rambu-rambu peringatan agar masyarakat lebih waspada saat melintas,” lanjut Iwan.

Baca Juga: Tak Biasa! Bupati Tangerang Serahkan 100.000 Ekor Benih Lele dan Sarana Budidaya Perikanan Kepada 10 Polsek, Dukung Program Ketahanan Pangan

Menurutnya, pembangunan jembatan ini harus dipersiapkan sejak tahun 2025 ini, setelah lahannya clear and clean dan sudah ada kejelasan dari Pemkab Bogor.

"Kami imbau masyarakat untuk berhati-hati ketika melintas jembatan baja tersebut, karena dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan," ujarnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.