Waspadai Teh untuk Anak: Risiko Tersembunyi dari Tanin

AKURAT JAKARTA - Teh merupakan minuman populer yang dikonsumsi oleh banyak orang dewasa di seluruh dunia.
Namun, saat kebiasaan ini diperkenalkan kepada anak-anak, muncul kekhawatiran terkait kandungan tanin dalam teh dan dampaknya terhadap kesehatan anak.
Tanin adalah senyawa polifenol yang secara alami terdapat dalam daun teh.
Baca Juga: Mengenal Anak Sensory Seeker: Ketika Dunia Terasa Kurang Nyata Tanpa Rangsangan Tambahan
Tanin memiliki sifat antioksidan yang terbukti bermanfaat bagi orang dewasa.
Namun, senyawa ini juga dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme.
Jenis zat besi ini banyak ditemukan pada sumber nabati seperti sayuran, kacang-kacangan, dan sereal.
Baca Juga: Kaya Isoflavon, Susu Kedelai Punya Manfaat Dahsyat untuk Kesehatan Pria dan Wanita
Ketika tanin mengikat zat besi di saluran pencernaan, terbentuklah kompleks yang tidak dapat diserap tubuh.
Hal ini menyebabkan nutrisi penting tidak dimanfaatkan secara optimal, meskipun anak telah mengonsumsi makanan bergizi.
Anak-anak, yang sedang berada pada fase pertumbuhan pesat, membutuhkan asupan zat besi tinggi untuk mendukung perkembangan otak dan fisik.
Baca Juga: Mengenal Refleks ATNR: Gerakan Otomatis Bayi yang Menentukan Masa Depan Motoriknya
Gangguan penyerapan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi, yang ditandai dengan kelelahan, pucat, gangguan konsentrasi, hingga penurunan fungsi kognitif dan kekebalan tubuh.
Selain masalah zat besi, konsumsi tanin yang berlebihan juga berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan pada anak-anak yang sensitif, seperti sembelit atau iritasi lambung.
Mengingat risiko tersebut, disarankan untuk membatasi atau menghindari pemberian teh berkadar tanin tinggi kepada anak-anak.
Baca Juga: Manfaat Ikan Gabus, Si Superfood Lokal yang Baik Untuk Kesehatan
Sebagai gantinya, pilihlah minuman yang mendukung nutrisi seperti air putih, susu, atau jus buah tanpa tambahan gula berlebihan.
Edukasi mengenai kandungan dalam minuman anak menjadi langkah penting dalam membentuk pola makan yang sehat.
Orang tua memiliki peran besar dalam memastikan asupan nutrisi anak tercukupi dengan baik.
Baca Juga: Awas! Gigi Bisa Goyang Tanpa Lubang, Ini Bahaya Rokok bagi Kesehatan Mulut
Konsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi dapat membantu menentukan pilihan yang paling sesuai untuk kebutuhan masing-masing anak.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





