Waspada Diabetes Menyerang Usia Muda, Gejalanya Sering Tak Terdeteksi

AKURAT JAKARTA - Penyakit diabetes melitus, yang identik menyerang orang tua, ternyata dapat menyerang usia muda, seperti diungkapkan Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Permata Hijau, dr. Pandu Tridana Sakti, Sp. PD, AIFO-K.
Dia menjelaskan, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2 bisa menjangkiti anak muda. Gejalanya seringkali berkembang secara bertahap dan tak jarang baru terdeteksi saat pemeriksaan kesehatan atau medical check-up.
“Baik diabetes tipe 1 atau tipe 2 sebenarnya punya ciri-ciri yang hampir serupa. Perbedaannya, penderita diabetes tipe 1 kemungkinan akan mengalami penurunan berat badan meski sedang tidak diet,” kata Pandu saat Media Meet Up di Jakarta, Kamis 14 Agustus 2025.
Baca Juga: Penting Mengetahui Gejala CVI dan Varises, Berikut Faktor Risiko dan Penyebabnya
Pandu yang memiliki keahlian tambahan dalam Bidang Ilmu Faal Olahraga (AIFO) menambahkan, perbedaan kedua jenis diabetes ini terletak pada pemicunya.
Diabetes melitus tipe 1 terjadi karena penyakit autoimun yang menyebabkan pankreas tidak dapat memproduksi insulin. Sementara itu, diabetes melitus tipe 2 muncul sebagai efek pola makan tidak sehat.
Pada diabetes tipe 2, gejala biasanya muncul sebagai efek jangka panjang dari kebiasaan buruk di masa muda, seperti pola makan yang tidak sehat.
Baca Juga: Waspada Radang Usus Buntu, Berikut Ini Gejala, Penyebab dan Pengobatannya
Banyak anak muda yang lebih menyukai makanan cepat saji dan makanan manis seperti donat, kue, hingga minuman boba dibandingkan makanan sehat.
Ketika mengonsumsi gula secara berlebihan, terjadi peningkatan resistensi insulin. Peningkatan ini membuat tubuh tidak dapat memproses kelebihan gula dengan baik.
Lonjakan kadar gula darah kemudian tak terhindarkan dan memicu penyakit diabetes melitus tipe 2.
Secara umum, berikut beberapa kondisi yang menjadi ciri-ciri diabetes di usia muda:
1. Mudah lapar dan haus.
2. Sering buang air kecil.
3. Mudah lelah.
4. Perubahan suasana hati (mood swing) secara tiba-tiba.
5. Pandangan kabur.
6. Lemahnya kekuatan otot.
7. Luka membutuhkan waktu lama untuk sembuh.
8. Menurunnya gairah seksual.
9. Disfungsi ereksi bagi pria.
Untuk memastikan diagnosis diabetes, diperlukan sejumlah pemeriksaan, antara lain tes gula darah sewaktu, tes gula darah puasa, tes toleransi glukosa, dan tes HbA1c (tes kadar gula darah rata-rata).
Selain pola makan, faktor seperti usia, berat badan, genetik, dan gaya hidup juga berperan dalam berkembangnya penyakit ini.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





