Temuan Mengejutkan: Vitamin D2 Bisa Mengganggu Kadar Vitamin D3 Tubuhmu

AKURAT JAKARTA - Bagi kamu yang rutin mengonsumsi suplemen vitamin D, ada baiknya lebih berhati-hati dalam memilih jenisnya.
Sebuah penelitian terbaru dari University of Surrey, John Innes Centre, dan Quadram Institute Bioscience menemukan bahwa banyak orang masih keliru dalam memilih suplemen vitamin D yang tepat.
Hasil studi yang dipublikasikan dalam Nutrition Reviews ini mengungkap bahwa vitamin D2 dapat menurunkan kadar vitamin D3 dalam tubuh, padahal D3 justru berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan sistem kekebalan.
Baca Juga: TMII Tak Buka Pagi pada 12 Oktober karena Acara Korporat, Pengunjung Diimbau Datang Siang Hari
Mengutip laporan Eating Well pada Senin (6/10), para peneliti menelusuri ratusan studi dari basis data PubMed, kemudian menyaringnya menjadi 11 studi terkontrol acak untuk dianalisis lebih dalam.
Dalam penelitian itu, sebagian peserta diberi vitamin D2, sementara sebagian lainnya tidak.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi vitamin D2 mengalami penurunan kadar vitamin D3 hingga 18 nanomol per liter, sedangkan yang tidak mengonsumsi D2 tidak menunjukkan penurunan signifikan.
Baca Juga: Gandrung Sewu 2025 Bakal Gegerkan Banyuwangi, Ribuan Penari Siap Tampil
Pola yang muncul di berbagai studi ini menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat yang jelas — konsumsi vitamin D2 tampaknya dapat menurunkan kadar D3 dalam tubuh.
Para ahli menilai temuan ini menjadi bukti kuat bahwa vitamin D3 merupakan pilihan yang lebih stabil dan efektif untuk menjaga kadar vitamin D jangka panjang.
“Hingga para peneliti memahami penyebabnya, masuk akal untuk mempertimbangkan D3 sebagai pilihan yang lebih andal bagi kebanyakan orang,” ujar tim peneliti.
Baca Juga: 5 Trik Marinasi Ayam Goreng Tanpa MSG, Tetap Gurih dan Juicy Seperti Restoran
Selain dari suplemen, kamu juga bisa memperoleh vitamin D secara alami dari makanan seperti ikan berlemak (salmon, makerel, sarden), kuning telur, hati sapi, dan jamur yang terpapar sinar UV.
Meski begitu, asupan dari makanan saja sering kali tidak mencukupi, sehingga suplemen menjadi solusi penting bagi banyak orang.
Bagi kamu yang mengikuti pola makan vegan, kini tersedia juga vitamin D3 vegan berbahan dasar lumut kerak yang memiliki efektivitas serupa dengan D3 hewani.
Dengan temuan ini, para ahli mengingatkan agar kamu tidak asal memilih suplemen vitamin D, dan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional sebelum memulai konsumsi rutin.
Memilih jenis yang tepat bukan hanya soal angka di botol, tapi juga menentukan seberapa baik tubuhmu menyerap dan mempertahankan manfaat vitamin penting ini. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



