5 Tanda Hubunganmu Mulai Toxic tapi Kamu Tak Sadar

AKURAT JAKARTA - Hubungan toxic sering kali tidak tampak dari awal.
Justru, banyak orang menganggapnya sebagai tanda cinta yang manis.
Kalimat penuh kasih, perhatian berlebihan, atau keinginan untuk selalu tahu kabar pasangan, sering kali dipandang romantis.
Baca Juga: Kelihatannya Sepele tapi Pindah Kursi di Pesawat Secara Sembarangan Bisa Bahayakan Nyawamu
Namun di balik itu, tersimpan bentuk kontrol dan ketidakpercayaan yang bisa mengikis rasa nyaman secara perlahan.
Padahal, hubungan sehat bukan tentang seberapa posesif seseorang, tetapi seberapa aman kamu merasa di dalamnya.
Sayangnya, tidak sedikit yang masih salah menilai kebiasaan toxic sebagai bukti cinta.
Baca Juga: Digugat Cerai Raisa, Kontroversi Hamish Daud di Bali Kembali Disorot
Agar tidak terjebak lebih dalam, berikut 5 kebiasaan beracun dalam hubungan yang perlu kamu waspadai sebelum semuanya terlambat.
1. Mengetes kesetiaan pasangan
Kebiasaan menguji kesetiaan dengan pura-pura dekat dengan orang lain atau sengaja membuat pasangan cemburu tampak sepele, tapi itu tanda ketidakpercayaan.
Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri24 Serempak Anjlok, ANTAM Kosong?
Kamu mungkin berpikir itu sekadar “uji cinta,” padahal bisa menimbulkan kecemasan dan kehilangan rasa aman.
Hubungan yang sehat tidak butuh pembuktian, melainkan kepercayaan dan komunikasi terbuka.
2. Membuat pasangan overthinking lewat sikap tidak konsisten
Baca Juga: Harga Emas Antam Sentuh Level Tertinggi, Cek Buyback Terbaru
Pasangan yang kadang memberi perhatian besar lalu tiba-tiba menjauh tanpa alasan menciptakan kebingungan emosional.
Kamu jadi terus menebak-nebak kesalahan, mencari validasi, dan kehilangan rasa percaya diri.
Padahal, cinta yang tulus seharusnya menenangkan, bukan membuat kamu merasa cemas setiap waktu.
Baca Juga: Besok Nih, Konser Gratis The Changcuters di Jakarta, Catat Lokasi dan Waktunya di Sini
3. Mengatakan “aku tak bisa hidup tanpamu” sebagai tekanan emosional
Ucapan yang terdengar romantis ini sebenarnya bentuk manipulasi.
Saat seseorang menggantungkan kebahagiaannya padamu, ia sedang menekanmu secara emosional.
Baca Juga: Rahasia Cabai Tetap Segar Sebulan, Banyak yang Salah Saat Menyimpannya
Hubungan yang sehat justru terbentuk dari dua orang yang saling melengkapi tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri.
4. Mendiamkan pasangan untuk menghukum
Diam bukan tanda kedewasaan bila digunakan untuk membuat pasangan merasa bersalah.
Baca Juga: Jangan Abaikan! 5 Kebutuhan Dasar Mingguan Ini Bikin Hidupmu Lebih Seimbang
Silent treatment hanya memperlebar jarak emosional dan merusak komunikasi.
Cinta sejati tumbuh dari keberanian untuk bicara, bukan dari siapa yang paling lama bertahan dalam diam.
5. Mengatur pertemanan dengan alasan melindungi
Baca Juga: Rahasia Dapur: Cara Memarut Kelapa Tanpa Parutan, Tetap Segar dan Halus
Mengontrol siapa yang boleh kamu temui atau berteman dengannya bukanlah tanda cinta, melainkan bentuk pengendalian halus.
Jika kamu mulai merasa bersalah hanya karena berinteraksi dengan orang lain, itu pertanda hubunganmu tidak lagi sehat.
Hubungan yang sehat seharusnya membuat kamu merasa aman, bukan tertekan.
Baca Juga: Kepo Bikin Capek! Kenapa Kamu Harus Belajar Tak Tahu Segalanya
Cinta bukan tentang mengikat, tetapi memberi ruang untuk tumbuh bersama.
Jadi, mulai sekarang, perhatikan tanda-tanda kecil itu sebelum “romantis” berubah menjadi racun bagi kebahagiaanmu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









