Diabetes pada Anak Meningkat Tajam, Ini Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan

AKURAT JAKARTA - Penyakit diabetes pada anak kini menjadi perhatian serius di dunia kesehatan.
Jika dulu penyakit ini lebih banyak menyerang orang dewasa, kini kasusnya justru meningkat tajam di kalangan anak-anak.
Lonjakan obesitas dan gaya hidup yang kurang aktif menjadi faktor utama yang mempercepat munculnya diabetes pada usia muda.
Baca Juga: Sering Taruh Tabung Gas Langsung di Lantai, Begini Cara Ampuh Hilangkan Noda Karatnya
Kondisi ini menuntut kamu, para orang tua, untuk lebih waspada dan memahami gejala awal penyakit tersebut sebelum berkembang menjadi komplikasi berbahaya.
Menurut laporan Journal News (Rabu, 12/11/2025), Murray Hewlett, CEO Affinity Health, menjelaskan pentingnya kesadaran orang tua dalam mengenali potensi diabetes sejak dini.
“Anak-anak kini semakin sering didiagnosis menderita diabetes. Pengenalan dini sangat penting. Semakin cepat orang tua mengenali tanda-tanda peringatan, semakin besar peluang mencegah komplikasi yang mengancam nyawa,” ujarnya.
Baca Juga: Jangan Remehkan Menahan Kencing, Tubuhmu Bisa Alami 5 Masalah Serius Ini!
Secara umum, diabetes terbagi menjadi dua jenis.
Tipe 1 terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin, sedangkan Tipe 2 muncul akibat tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara efektif.
Padahal, insulin berfungsi mengubah glukosa menjadi energi.
Baca Juga: Tak Hanya Sehat, Anggur Ternyata Rahasia Kulit Cerah dan Kencang
Jika kadar gula darah terlalu tinggi, anak berisiko mengalami diabetic ketoacidosis (DKA), kondisi darurat yang bisa membahayakan nyawa.
Ada beberapa gejala penting yang wajib kamu waspadai: anak sering merasa haus dan buang air kecil berlebihan, mudah lapar meski berat badan turun, kelelahan ekstrem, dan perubahan suasana hati.
Selain itu, penglihatan kabur, luka yang sulit sembuh, serta napas berbau buah juga bisa menjadi tanda bahaya kadar gula tinggi.
Baca Juga: Ledakan Sekejap, Dampaknya Seumur Hidup: Bahaya Trauma Akustik Mengintai
Jika muncul gejala ini, segera lakukan tes darah untuk memastikan diagnosis.
Setelah terdiagnosis, anak dengan diabetes Tipe 1 memerlukan suntikan atau pompa insulin setiap hari.
Sedangkan diabetes Tipe 2 pada anak banyak dipicu oleh pola makan tinggi gula dan kurangnya aktivitas fisik.
Oleh karena itu, kamu disarankan untuk mulai membiasakan anak dengan makanan bergizi, aktivitas fisik rutin, serta membatasi waktu menatap layar.
Pencegahan tetap menjadi kunci utama.
Dengan mengenali tanda-tanda dini dan menjaga gaya hidup sehat, kamu dapat membantu melindungi anak dari ancaman diabetes yang bisa memengaruhi masa depan mereka. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







