Jakarta

Dongeng Anak: Kelinci Pemberani dan Payung Ajaib

Zainal Abidin | 9 Januari 2026, 20:00 WIB
Dongeng Anak: Kelinci Pemberani dan Payung Ajaib

AKURAT JAKARTA - Di sebuah hutan yang selalu dipenuhi cerita ajaib, setiap makhluk kecil memiliki peran penting.

Di sanalah keberanian bukan diukur dari besar tubuh, melainkan dari keteguhan hati.

Pada suatu hari, ketika langit bersiap menghadirkan kejutan yang menegangkan sekaligus indah, seekor kelinci kecil akan membuktikan bahwa cahaya keberanian mampu mengalahkan rasa takut.

Baca Juga: Dongeng Anak: Tiga Ujian untuk Monyet Peniru

Mari kita ikuti kisah tentang Keli, kelinci pemberani, dan payung ajaib yang mengubah malam gelap menjadi pesta penuh cahaya.

Dongeng berjudul "Kelinci Pemberani dan Payung Ajaib" ini diambil dari channel Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat.co.

Kelinci Pemberani dan Payung Ajaib

Baca Juga: OpenAI Luncurkan ChatGPT Health, Bukan Diagnosis hanya Pendukung Kualitas Hidup

Di tengah hutan hijau yang sejuk dan damai, hiduplah seekor kelinci kecil bernama Keli.

Meski kecil, hatinya besar dan berani.

Suatu sore, burung-burung membawa kabar: malam ini akan ada pesta kembang api, pesta langit yang hanya datang setahun sekali.

Baca Juga: Di Balik Sikap Tegar, Ini Alasan Pria Sulit Mengungkapkan Emosi

“Pesta kembang api ini cuma sekali dalam setahun. Tapi malam ini badai dan hujan mungkin datang!” kata Rusa tua sambil mengibaskan ekornya.

Hewan-hewan jadi bimbang. Tupai menggigil, burung hantu murung, bebek sedih, bahkan rubah meringkuk. 

Tiba-tiba Keli si kelinci berdiri tegak dengan ekspresi berani.

Baca Juga: Mesra Beach, Destinasi Romantis Gunungkidul dengan Nuansa Alam yang Berbeda

“Biarpun ada hujan petir, aku siap dengan payung ajaibku!” kata Keli tegas.

Langit mulai gelap, awan menebal, dan angin berputar-putar.

Tapi Keli tetap melompat ke padang luas. “Aku si Keli siap berpesta di tengah hujan petir!” katanya.

Baca Juga: Ini Pemenang Wonderful Indonesia Award 2025: Treasure Bay Bintan, Kebanggaan Wisata Indonesia

Kilatan petir pertama menyambar, diikuti suara gemuruh besar seperti drum raksasa.

Namun payung ajaib itu memunculkan cahaya lembut, melindungi Keli di bawahnya.

Tiba-tiba, Keli menemukan seekor burung pipit kecil ketakutan.

Baca Juga: Desa Wisata Hijau Bilebante, Harmoni Alam dan Budaya Ramah Lingkungan di Lombok Tengah

Keli segera menolongnya dan meneduhkannya di bawah payung. 

“Jangan takut, Pipit. Pesta belum selesai!” kata Keli dengan senyum hangat.

Setelah membantu burung kecil, Keli terus berjalan.

Baca Juga: Pantai Kebo, Surga Camping Nyaman dengan Pemandangan Kerbau di Tepi Samudra

Payung ajaib itu menebarkan sinar warna-warni seperti pelangi mini, membuat hutan tampak seperti panggung pesta bintang.

Keli duduk di atas batu, memandangi langit. Kembang api bintang mulai meledak di langit malam menari di antara awan hujan.

Keberanian Keli membuat hewan-hewan lain keluar satu per satu.

Baca Juga: Mengenal Lima Jenis Garam dan Perannya bagi Kesehatan Tubuh

Mereka membawa peralatan sederhana untuk ikut pesta di bawah hujan: Seperti Tupai membawa jas hujan daun, dan bebek membawa payung daun.

Kini padang luas itu berubah jadi pesta keberanian. Hujan masih turun, tapi semua tertawa.

Bintang-bintang seakan ikut bergoyang di atas mereka. Kembang api bintang meledak di langit malam.

Baca Juga: Manfaat Minum Air Chia Seed untuk Kesehatan dan Detoksifikasi Tubuh

Rusa tua mendekati Keli dan berkata dengan mata berkaca, “Kau kecil, tapi hatimu besar. Karena keberanianmu, malam ini jadi terang.”

Sejak malam itu, hewan-hewan hutan belajar bahwa keberanian tak harus berbadan besar, hanya butuh keyakinan dan persiapan. 

Setiap hewan juga belajar bahwa rasa takut bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan menikmati keindahan.

Baca Juga: Selama Ini Dibuang, Kulit Apel Justru Punya Banyak Manfaat

Keli si kelinci kecil telah menunjukkan bahwa satu langkah berani bisa menyalakan keberanian banyak hati.

Dan di bawah langit yang kembali cerah, semua makhluk hutan menyimpan satu pelajaran berharga: ketika keyakinan dan persiapan berjalan bersama, bahkan badai pun bisa berubah menjadi pesta yang menyenangkan.

Versi animasi "Bangau Jahat dan Kepiting Cerdas" ini bisa ditonton di LINK ini.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.