Jakarta

Dongeng Anak: Detektif Cilik dan Misteri Pencurian di Sekolah

Anggerhana Denni Rahmawati | 25 Desember 2025, 20:00 WIB
Dongeng Anak: Detektif Cilik dan Misteri Pencurian di Sekolah

AKURAT JAKARTA - Di sebuah sekolah bernama SD Kampung Digital, setiap hari selalu ramai dengan tawa dan canda anak-anak.

Namun suatu pagi, suasananya berubah berbeda dari biasanya.

Kamu mungkin pernah merasakan, ketika sesuatu yang penting tiba-tiba hilang, semua orang jadi panik dan penasaran.

Baca Juga: Dongeng Anak: Kura-Kura Mengejar Mimpi

Begitu pula di sekolah ini — sebuah misteri besar muncul, dan tak ada yang tahu siapa pelakunya.

Di sinilah petualangan dimulai, saat seorang murid cerdas bernama Arya memutuskan untuk mencari kebenaran.

Bersama sahabat-sahabatnya, ia siap menjadi detektif cilik yang berani dan penuh rasa ingin tahu.

Baca Juga: Gamers Bersiaplah! Berikut Daftar 38 Game Baru Nintendo yang Rilis 2026, Lengkap dengan Estimasi Harga Switch 2 Console

Kisah berjudul "Detektif Cilik dan Misteri Pencurian di Sekolah" berikut ini diambil langsung dari Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat Jakarta.

Detektif Cilik dan Misteri Pencurian di Sekolah

Pagi itu suasana di SD Kampung Digital mendadak heboh.

Baca Juga: Bingung Mau Kemana? Deretan Film Pilihan Bisa Temani Libur Natal dan Tahun Baru 2026

Guru menemukan ruang perpustakaan terbuka, dengan rak buku berantakan, dan beberapa laptop sekolah hilang.

Arya, seorang murid kelas lima yang terkenal cerdas dan suka membaca buku detektif, memutuskan untuk menyelidiki.

Arya mulai dengan mengamati tempat kejadian.

Baca Juga: Stres Saat Liburan: Kenali Gejala, Atasi dengan Langkah Sederhana

Ia melihat jendela samping terbuka, jejak lumpur kecil menempel di lantai, dan sebuah topi hitam yang tertinggal di perpustakaan.

Arya mencatat semua temuan di buku kecilnya.

“Ini pasti bukan pekerjaan murid sekolah,” pikir Arya.

Baca Juga: Cara Mengelola Stres Akibat Terjebak Rutinitas yang Sama

“Pasti ada orang luar yang masuk malam hari.”

Arya memutuskan untuk menanyai satpam sekolah.

Satpam bercerita bahwa malam sebelumnya ia sempat melihat bayangan seseorang berlari di dekat pagar belakang.

Baca Juga: Bukan Sekadar Gaya, Ini Rekomendasi 7 Kado Natal 2025 Paling Fungsional untuk Cowok

Namun karena gelap, ia tak bisa mengenali wajahnya.

Arya lalu mendatangi teman-temannya untuk meminta bantuan.

Dinda dan Arif, sahabat karibnya, langsung setuju ikut.

Baca Juga: Dongeng Anak: Putri Aluna, Srigala, Ular Raksasa dan Nenek Sihir

Mereka bertiga membentuk tim kecil: “Detektif Cilik Kampung Digital.”

Sore menjelang magrib, mereka menelusuri pagar belakang sekolah.

Benar saja, tanah di dekat pagar penuh dengan jejak sepatu yang agak besar.

Baca Juga: Jangan Asal Tahan, Ini Cara Plank yang Benar untuk Pemula

“Sepatu ini jelas bukan ukuran anak-anak,” kata Dinda.

Saat melacak jejak itu, mereka menemukan bungkus makanan ringan yang masih baru.

Arya menyimpulkannya: “Pelaku mungkin bersembunyi di sekitar sini beberapa waktu.”

Baca Juga: Ingin Coba Tantangan Plank 30 Hari Tanpa Libur? Ketahui Dulu Plus dan Minusnya

Namun ada hal yang membuat Arya ragu.

Di kelas enam, ada anak bernama Bimo yang sering memakai topi hitam mirip dengan yang ditemukan.

Apakah mungkin ini ulah murid sendiri?

Baca Juga: Hangat, Gurih, Bergizi, Pahami Keunggulan Makanan Berkuah untuk Harian Kamu

Arya memutuskan mengamati Bimo diam-diam.

Ternyata Bimo memang sering keluar masuk perpustakaan, tapi hanya untuk membaca komik.

Pada hari berikutnya, Arya dan timnya melihat seorang pria asing duduk di warung dekat sekolah.

Baca Juga: Empuk, Tidak Amis, Tetap Gurih, Begini Cara Mengolah Cumi dari Awal

Ia mengenakan sepatu dengan pola mirip jejak di tanah.

Arya dan tim mengikuti pria itu dari jauh.

Pria itu berjalan cepat menuju sebuah rumah tua tak terpakai.

Baca Juga: Enak tapi Berisiko, Hindari 5 Kombinasi Mi Instan dengan Makanan dan Minuman Berikut ini

Jantung Arya berdegup kencang: “Pasti ada hubungannya!”

Dengan hati-hati, detektif cilik mengintip jendela rumah tua itu.

Di dalamnya, mereka melihat tumpukan barang, termasuk laptop dengan logo sekolah.

Baca Juga: Dari Jantung hingga Rambut, Inilah 12 Manfaat Tomat yang Jarang Diketahui

Misterinya terungkap!

Namun mereka tahu tidak bisa bertindak sendirian.

Arya dan tim segera melapor pada kepala sekolah dan polisi dengan membawa catatan bukti lengkap.

Baca Juga: Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Bisa Merusak Ginjal, Apakah Kamu Juga Melakukannya?

Polisi lalu menggerebek rumah tua itu dan menangkap pria tersebut.

Ternyata dia adalah pria pengangguran dan suka mabuk-mabukan.

Arya menulis kesimpulan di bukunya: “Setiap misteri punya jawaban, asal kita tekun mencari, jujur pada bukti, dan berani menghadapi kebenaran.”

Baca Juga: Tidak Hanya Segar, Mandi Subuh Diam-diam Bikin Tubuh Merasakan 10 Manfaat Berikut Ini

 

Akhirnya, berkat ketelitian dan keberanian, misteri pencurian di sekolah pun berhasil diungkap.

Semua orang belajar bahwa kejujuran, kerja sama, dan keberanian menghadapi kebenaran selalu membawa hasil baik.

Arya dan teman-temannya tidak hanya memecahkan kasus, tetapi juga menunjukkan bahwa anak-anak pun bisa berbuat hal besar jika menggunakan akal dan hati.

Baca Juga: Kenali 5 Minuman Pemicu Asam Urat yang Dikira Sehat

Sejak hari itu, sekolah kembali tenang, dan para detektif cilik Kampung Digital siap — jika suatu hari misteri baru muncul, mereka tahu bahwa setiap petualangan selalu menyimpan pelajaran berharga.

Versi animasi Detektif Cilik dan Misteri Pencurian di Sekolah ini bisa kamu tonton lewat LINK ini. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.