Gastritis: Radang Lambung yang Sering Diabaikan, Tapi Bisa Berujung Serius

AKURAT JAKARTA - Gastritis merupakan peradangan pada dinding lambung yang kerap ditandai nyeri di ulu hati, rasa perih, mual, atau sensasi panas di perut.
Penyakit ini sering muncul perlahan sehingga banyak orang mengabaikannya, padahal dampaknya bisa berlangsung lama dan memicu komplikasi berbahaya.
Secara umum, gastritis terbagi menjadi dua jenis, yaitu gastritis akut dan gastritis kronis, dengan karakteristik keluhan yang berbeda.
Baca Juga: Jangan Berlebihan! Ini Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Demi Tubuh Lebih Sehat
Gastritis akut terjadi secara tiba-tiba dan biasanya menimbulkan nyeri hebat di ulu hati, meski keluhannya cenderung bersifat sementara.
Namun, jika peradangan akut tersebut tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi gastritis kronis.
Pada gastritis kronis, peradangan muncul secara perlahan, nyeri terasa lebih ringan, tetapi sering kambuh dan berlangsung lebih lama.
Baca Juga: 7 Makanan Tinggi Protein yang Penting Menjaga Kesehatan
Lambung sebenarnya memiliki lapisan pelindung berupa lendir yang berfungsi melindungi dinding lambung dari asam dan enzim pencernaan.
Gastritis terjadi ketika lapisan pelindung tersebut rusak atau melemah sehingga dinding lambung teriritasi oleh asam lambung.
Pada gastritis akut, kerusakan lapisan lambung bisa dipicu oleh penggunaan obat tertentu.
Baca Juga: Stunting: Ancaman Tumbuh Kembang Anak dan Langkah Pencegahan yang Wajib Diketahui Orang Tua
Infeksi bakteri, infeksi virus saluran cerna dan kanker pencernaan juga dapat memicunya.
Sementara itu, gastritis kronis sering berkaitan dengan peradangan jangka panjang yang tidak diobati atau iritasi lambung berulang.
Penggunaan aspirin atau ibuprofen dalam jangka lama menjadi salah satu penyebab yang sering ditemukan pada gastritis kronis.
Baca Juga: Vitamin D, Nutrisi Sederhana yang Menentukan Kesehatan Tulang dan Daya Tahan Tubuh
Tidak semua penderita gastritis merasakan gejala yang jelas, tetapi sebagian besar mengeluh nyeri ulu hati, mual, muntah, atau perut terasa penuh.
Bila keluhan tersebut berlangsung lebih dari satu minggu atau semakin mengganggu aktivitas, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
Diagnosis gastritis dilakukan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta tes lanjutan.
Baca Juga: Kelas! Pariwisata Indonesia Raih Puluhan Penghargaan Internasional Bergengsi
Pemeriksaan ini bertujuan memastikan penyebab peradangan sekaligus menilai tingkat kerusakan pada dinding lambung.
Penanganan gastritis disesuaikan dengan penyebabnya, mulai dari pemberian antasida, obat penekan asam, hingga antibiotik bila ada infeksi bakteri.
Selain obat, perubahan gaya hidup seperti mengatur pola makan dan menghindari pemicu iritasi lambung sangat berperan dalam pemulihan.
Baca Juga: Menghabiskan Antibiotik Bukan Sekadar Aturan, Ini Alasan Medis di Baliknya
Gastritis yang dibiarkan tanpa pengobatan dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti tukak lambung, perdarahan, hingga kanker lambung.
Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah penting dengan menjaga kebersihan, pola makan sehat, dan penggunaan obat secara bijak.
Dengan mengenali gejala sejak dini dan menjalani pola hidup sehat, risiko gastritis dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







