Mudah Muncul Memar, Waspadai Gejala Trombositopenia yang Sering Tak Disadari

AKURAT JAKARTA - Darah memiliki peran penting dalam menjaga fungsi tubuh, karena membawa oksigen, melawan infeksi, serta membantu proses pembekuan saat luka terjadi.
Di dalam darah terdapat tiga komponen utama, yakni sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang bekerja saling melengkapi.
Trombosit atau keping darah berfungsi menghentikan pendarahan dengan cara membentuk sumbatan pada pembuluh darah yang mengalami kerusakan.
Baca Juga: Desa Wisata Sembalun, Sensasi Healing di Kaki Gunung Rinjani
Sel keping darah ini diproduksi di sumsum tulang dan akan terus diperbarui agar jumlahnya tetap mencukupi kebutuhan tubuh.
Pada kondisi normal, jumlah trombosit berada pada kisaran 150.000 hingga 450.000 per mikroliter darah manusia.
Jika jumlah trombosit turun di bawah angka tersebut, seseorang dapat mengalami kondisi yang dikenal sebagai trombositopenia.
Baca Juga: Gunung Anak Dara, Pendakian dengan Jalur Menantang dan Panorama Rinjani yang Memikat
Trombositopenia dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, dan sering kali muncul tanpa gejala yang disadari.
Salah satu tanda paling umum dari trombositopenia adalah tubuh yang mudah mengalami memar meski tanpa benturan keras.
Memar terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit, sehingga darah merembes dan menimbulkan perubahan warna.
Baca Juga: Tips Aman dan Nyaman Berwisata di Musim Hujan di Jakarta
Warna memar biasanya keunguan lalu berubah menjadi hijau, cokelat, atau kuning seiring proses penyembuhan alami tubuh.
Pada beberapa kasus, memar juga disertai rasa nyeri ringan hingga pembengkakan pada area kulit yang terdampak.
Selain memar, trombositopenia dapat memunculkan gejala lain seperti bintik merah atau ungu akibat perdarahan di bawah kulit.
Baca Juga: Ngarai Sianok, Lanskap Alam Ikonik Sumatra Barat yang Diabadikan di Uang Rp2.000
Penderita juga dapat mengalami pendarahan yang sulit berhenti saat terluka, meski luka tersebut tergolong kecil.
Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah mimisan berulang, gusi mudah berdarah, serta adanya darah pada urine atau feses.
Pada perempuan, trombositopenia dapat ditandai dengan menstruasi yang berlangsung lebih lama dan volume darah lebih banyak.
Baca Juga: Jarang Belajar? Waspada, Kemampuan Otak Bisa Jadi Lemot Tanpa Disadari
Rasa lelah berlebihan juga kerap dirasakan karena tubuh kehilangan darah secara perlahan tanpa disadari.
Pada sebagian kasus ringan, trombositopenia dapat terjadi sementara, misalnya pada ibu hamil dan membaik setelah persalinan.
Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat memicu pendarahan serius yang membahayakan keselamatan jiwa.
Baca Juga: Dukung Kelancaran Acara Formal, Royal Snack Box Jawab Kebutuhan Konsumsi Praktis Masyarakat Urban
Pendarahan di otak merupakan komplikasi paling berat meski jarang terjadi, namun tetap membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Penanganan trombositopenia bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya, sehingga pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
Dokter biasanya melakukan pemantauan jika gejala masih ringan dan jumlah trombosit belum berada pada level berbahaya.
Untuk mencegah kondisi memburuk, penderita disarankan menghindari aktivitas berat dan menghentikan konsumsi alkohol.
Penggunaan obat tertentu yang memicu pendarahan juga perlu dihentikan sesuai anjuran tenaga medis.
Pada kondisi berat, dokter dapat melakukan transfusi trombosit atau memberikan obat untuk memperlambat kerusakan trombosit.
Baca Juga: Agenda Akhir Pekan di Jakarta: Festival Musik, Bazar Menarik, dan Pameran Seni untuk Keluarga
Langkah pengobatan bertujuan mencegah pendarahan hebat yang dapat berakibat fatal bagi pengidap trombositopenia.
Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini menjadi kunci penting agar kondisi ini dapat ditangani dengan cepat dan tepat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




