Jakarta

Jarang Belajar? Waspada, Kemampuan Otak Bisa Jadi Lemot Tanpa Disadari

Zainal Abidin | 24 Januari 2026, 12:30 WIB
Jarang Belajar? Waspada, Kemampuan Otak Bisa Jadi Lemot Tanpa Disadari

AKURAT JAKARTA - Otak manusia adalah organ yang terus bekerja sepanjang hidup dan membutuhkan stimulasi rutin agar tetap tajam serta mampu berpikir cepat.

Dalam dunia kesehatan, kemampuan otak untuk beradaptasi disebut neuroplastisitas, yaitu kemampuan membentuk koneksi baru.

Setiap kali seseorang belajar hal baru, sel-sel saraf di otak saling terhubung dan membangun jalur komunikasi yang semakin kuat.

Baca Juga: Di Balik Kesederhanaannya, Ubi Jalar Ternyata Gudang Vitamin A 

Proses ini membuat otak lebih efisien dalam mengolah informasi, mengambil keputusan, serta menyimpan ingatan dengan lebih baik.

Sebaliknya, otak yang jarang digunakan untuk belajar cenderung kehilangan koneksi antarneuron sehingga respons berpikir terasa melambat atau lemot.

Kondisi ini sering disalahartikan sebagai faktor usia, padahal penyebabnya bisa berasal dari kurangnya mengasah pikiran dengan belajar.

Baca Juga: Bahaya Mengonsumsi Roti Berjamur yang Sering Dianggap Sepele

Aktivitas monoton tanpa rangsangan baru membuat otak bekerja secara pasif dan tidak terlatih menghadapi situasi yang berbeda.

Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan memecahkan masalah sederhana.

Belajar tidak selalu berarti duduk lama membaca buku tebal, melainkan bisa dilakukan melalui aktivitas ringan dan menyenangkan.

Baca Juga: Bogor Treetop Zipline Adventure, Sensasi Melayang Menyusuri Hutan di Kaki Gunung Salak

Membaca artikel, menulis, berdiskusi, mempelajari keterampilan baru, atau mencoba hobi berbeda dapat menstimulasi kerja otak.

Kegiatan tersebut mendorong otak untuk terus beradaptasi, memproses informasi baru, dan menjaga koneksi saraf tetap aktif.

Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa otak yang aktif secara mental cenderung lebih tahan terhadap penurunan fungsi kognitif.

 Baca Juga: Desa Wisata Sembalun, Sensasi Healing di Kaki Gunung Rinjani

Kebiasaan belajar juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental karena membantu meningkatkan rasa percaya diri.

Saat seseorang mampu memahami hal baru, otak melepaskan hormon yang memicu perasaan senang dan termotivasi.

Oleh karena itu, melatih otak sebaiknya menjadi bagian dari gaya hidup sehat, sama pentingnya dengan olahraga dan pola makan.

Baca Juga: Gunung Anak Dara, Pendakian dengan Jalur Menantang dan Panorama Rinjani yang Memikat 

Meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk belajar dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan otak jangka panjang.

Dengan otak yang terlatih, kemampuan berpikir tetap tajam, produktivitas meningkat, dan kualitas hidup pun menjadi lebih baik. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.