Macam-macam Self Harm atau Tindakan Menyakiti Diri Sendiri, Generasi Z Wajib Tahu!

AKURAT.CO - Tekanan dari internal maupun eksternal dapat membuat seseorang menjadi stress, depresi, bahkan melakukan self harm.
Self harm ini sangat rentan terjadi pada generasi Z, karena pengaruh kesehatan mental dan quarter life crisis.
Self harm adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk menyakiti atau melukai dirinya sendiri.
Self harm memiliki beragam dampak negatif yang akan memperburuk kondisi jasmani maupun mental seseorang.
Meski ringan, tindakan self harm ini kadang tak disadari oleh seseorang.
Baca Juga: Tekan Polusi Udara, Warga Jakarta Diminta Jalan Kaki dan Tanam Pohon di Halaman Rumah
Untuk mengantisipasi self harm, berikut beberapa jenis self harm dan contoh tindakannya:
1. Major self mutilation
Ini merupakan self harm paling parah. Dilakukan dengan melukai dirinya sendiri sampai merusak organ tubuh secara permanen bahkan bisa mengancam nyawa.
Contoh major self mutilation yaitu memotong jari, memotong tangan, mencungkil bola mata, dan lain sebagainya.
Tindakan ini biasanya dilakukan oleh penderita gangguan mental psikosis.
2. Stereotypic self injury
Stereotypic self injury merupakan tindakan self harm yang dilakukan secara berulang-ulang namun tingkat keparahannya tidak seintens major self mutilation.
Seseorang yang mengalami hal ini biasanya mengalami gangguan autism atau sindrom Tourette.
Contoh stereotypic self injury adalah memukul anggota tubuh atau membenturkan kepalanya ke tembok berulang kali.
Baca Juga: Manfaat Konsumsi Kopi untuk Kesehatan Mental Gen Z
3. Superficial self mutilation
Superficial self mutilation adalah self harm dengan tingkat keparahan cenderung lebih ringan dibandingkan jenis lainnya dan paling umum orang lakukan .
Meski cenderung ringan, superficial self mutilation tetap jangan diabaikan.
Contoh perilaku yang mencerminkan superficial selfmutilation antara lain menarik rambut sendiri, menyayat lengan, membenturkan kepala, membantingkan tubuhnya sendiri ataupun membakar bagian tubuh tertentu sendiri.
Yuk, mulai sekarang coba untuk mengendalikan emosi dan diri agar mental tetap terjaga dan tidak melakukan self harm. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Union Berlin vs Elversberg di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Keterpurukan?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






