Jakarta

Fakta Roronoa Zoro yang Jarang Diketahui Penggemar Manga One Piece, Diadaptasi dari Karakter Bajak Laut Brutal Abad ke-17 dari Prancis

Fikri Hidayatulloh | 8 Februari 2024, 13:14 WIB
Fakta Roronoa Zoro yang Jarang Diketahui Penggemar Manga One Piece, Diadaptasi dari Karakter Bajak Laut Brutal Abad ke-17 dari Prancis

AKURAT JAKARTA - Jewelry Bonney merupakan salah satu karakter utama di serial manga dan anime One Piece.

Jewerly Bonney debut di manga One Piece pada Chapter 498, Episode 392 sebagai seorang kapten bajak laut dari South Blue.

Ternyata, karakter Jewelry Bonney diambil dari kehidupan nyata bajak laut perempuan Irlandia abad ke-18, Anne Bonny, yang beroperasi di perairan Karibia.

Nah, karakter lain di jagat One Piece yang terinspirasi dari kehidupan nyata adalah Roronoa Zoro, seorang pendekar pedang yang berjuluk Si Pemburu Bajak Laut.

Baca Juga: TKD Prabowo-Gibran Bagikan 400 Ribu Susu di 520 Titik di DKI Jakarta, Bang Zaki: Untuk Pemeliharaan Kesehatan dan Gizi Anak-anak Indonesia

Banyak sumber menyatakan Roronoa Zoro diambil dari kisah hidup François l’Olonais, seorang bajak laut abad ke-17 yang terkenal brutal.

Nama Roronoa sendiri merupakan transliterasi ke dalam Bahasa Jepang dari nama belakang Francois, yaitu l’Olonais.

World Histroy Encyclopedia menulis artikel tentang siapa Francois l'Olonais.

Francois l'Olonais memiliki nama asli Jean-David Nau, seorang bajak laut Prancis yang beroperasi di Tortuga, Hispaniola.

Jean-David Nau lahir di Les Sables-d'Olonne antara 1630-1635 di Tepi Barat Perancis yang akhirnya menjadi julukan Francois l'Olonais.

Sebelum mengawali kehidupan sebagai bajak laut, Francois l'Olonais bekerja sebagai pegawai kontrak di sebuah perkebunan selama tiga tahun.

Karena tidak kerasan, Francois l'Olonais kemudian bergabung dengan kelompok pemburu liar di Hispaniola yang dikenal sebagai bajak laut.

Pada periode 1660-an, Francois l'Olonais menggunakan Tortuga yang terletak di barat laut Hispaniola sebagai markas aktivitasnya menjadi bajak laut.

Baca Juga: Saat Pegaus Seiya Harus Melawan Gemini Saga di Istana Jamir, Demi Melindungi Dewi Athena

Sebelum kehadiran Francois l'Olonais, Tortuga sejak 1630-an sudah menjadi sarang para bajak laut.

Pemerintah Kolonial Perancis yang menguasai Saint Domingue di sisi lain pulau membiarkan aktivitas bajak laut l'Olonais di Tortuga karena dianggap berguna berguna sebagai benteng hidup dari serangan kapal perang Spanyol.

Selama menjadi bajak laut, Francois l'Olonais dikenal dengan reputasi brutal, kejam, dan haus darah.

Selama menjadi bajak laut, Francois l'Olonais memimpin penyerangan ke Venezuela dan Gilraltar pada 1667.

Sepanjang penyerangan itu, Francois melakukan penjarahan dan penjarahan.

Francois juga pernah memimpin ekspedisi penyerangan pantai Nikaragua.

Namun, Francois kurang beruntung karena armadanya terhenti di Teluk Honduras dan tidak menemukan banyak harta rampasan yang berharga.

Baca Juga: Ada Apa di 8 Februari dari Tahun ke Tahun, Ini Catatan Sejarah Dunia dan Indonesia

Pada 1668, Francois memimpin perjalana ke Panama, namun ia terdampar di Pantai Nyamuk Nikaragua.

Di sana, dia diserang pasukan Spanyol. Francois yang kalah lalu kabur menyusuri Teluk Darien.

Petualangan Francois l'Olonais berakhir di Teluk Darien setelah disergap dan dibunuh oleh suku kanibal. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.