Apa Itu Monkeypox, Simak Gejalanya dan Cara Pencegahannya

AKURAT JAKARTA - Monkeypox adalah penyakit virus yang disebabkan oleh virus monkeypox, yang termasuk dalam genus Orthopoxvirus dan keluarga Poxviridae.
Penyakit ini pertama kali ditemukan pada monyet di laboratorium pada tahun 1958, yang menjadi asal nama "monkeypox".
Namun, penyakit ini sebenarnya lebih umum terjadi pada hewan pengerat seperti tikus dan tupai.
Cara Penularan Monkeypox:
Baca Juga: GEMES! Yuk Lihat Alpaka dan Walabi, Dua Satwa Baru di Samudra Ancol Jakarta Utara
-
Penularan dari Hewan ke Manusia:
Virus monkeypox dapat ditularkan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit dari hewan yang terinfeksi. Konsumsi daging yang tidak dimasak dengan baik dari hewan liar juga dapat menjadi sumber penularan.
-
Penularan dari Manusia ke Manusia:
Penularan antar manusia lebih jarang terjadi, tetapi bisa terjadi melalui kontak dekat dengan lesi kulit yang terinfeksi, cairan tubuh, tetesan pernapasan besar (seperti dari batuk atau bersin), atau benda-benda yang telah terkontaminasi oleh virus (seperti pakaian atau tempat tidur). Virus ini tidak menular secepat beberapa virus lainnya seperti SARS-CoV-2 (COVID-19).
Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Ketek Biar Gak Viral Kaya Isu Erina Gudono
Gejala Monkeypox:
Gejala monkeypox biasanya muncul dalam waktu 5 hingga 21 hari setelah terpapar virus dan berlangsung selama 2 hingga 4 minggu. Gejala awalnya mirip dengan cacar (smallpox), tetapi umumnya lebih ringan. Gejala dapat meliputi:
- Demam: Biasanya merupakan gejala pertama yang muncul.
- Sakit Kepala: Sakit kepala berat dan nyeri otot.
- Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Ini adalah gejala yang membedakan monkeypox dari smallpox.
- Nyeri Punggung dan Nyeri Otot: Rasa sakit yang dapat terjadi di berbagai bagian tubuh.
- Kelelahan: Rasa lelah yang signifikan.
- Ruam Kulit: Mulai dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang dari bercak merah menjadi bintil-bintil, pustula, dan akhirnya menjadi keropeng yang rontok.
Baca Juga: Apakah Benar Kopi Bisa Membuat Orang Susah Tidur? Simak Penjelasan Ini
Diagnosis dan Pengobatan:
- Diagnosis: Dapat dilakukan melalui pengambilan sampel cairan dari lesi kulit, darah, atau keropeng yang kemudian diuji di laboratorium untuk mendeteksi keberadaan virus monkeypox.
- Pengobatan: Saat ini tidak ada pengobatan khusus untuk monkeypox. Pengobatan biasanya bersifat suportif dan berfokus pada mengatasi gejala. Dalam beberapa kasus, vaksin cacar (smallpox) dapat memberikan perlindungan terhadap monkeypox.
Baca Juga: Jangan Konsumsi Makanan dan Minuman Ini Sebelum Tidur Kalau Gak Ingin Kesehatanmu Terganggu
Pencegahan Monkeypox:
- Hindari Kontak dengan Hewan Liar: Terutama hewan yang sakit atau ditemukan mati di daerah yang terkena wabah.
- Praktik Higienis yang Baik: Seperti mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan atau bahan yang mungkin terkontaminasi.
- Vaksinasi: Vaksin cacar (smallpox) dapat memberikan perlindungan terhadap monkeypox, tetapi penggunaannya terbatas dan lebih sering diberikan kepada petugas kesehatan atau individu yang berisiko tinggi.
- Isolasi dan Karantina: Orang yang terinfeksi harus diisolasi dari orang lain untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Meskipun monkeypox biasanya bukan penyakit yang mematikan, tetap penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mencegah penyebaran virus.
Baca Juga: Mengenal Digital Psychology, Program Studi yang Menggabungkan Ilmu Psikologi dan Teknologi
Jika Anda mencurigai adanya infeksi monkeypox, segera konsultasikan dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









