Jakarta

Waspada Influenza pada Anak, Kenali Gejala, Pencegahan dan Batas Kritis Kapan Harus ke Dokter

Ainun Kusumaningrum | 25 November 2025, 18:18 WIB
Waspada Influenza pada Anak, Kenali Gejala, Pencegahan dan Batas Kritis Kapan Harus ke Dokter

AKURAT JAKARTA - Influenza merupakan infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.

Penyakit yang sangat mudah menular melalui droplet saat batuk, bersin, atau berbicara ini perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak.

Menurut dr. Nadine Shakina Tabit, Sp.A, spesialis anak dari Eka Hospital Depok, anak-anak lebih rentan terkena flu karena sistem imun mereka masih berkembang dan sering berinteraksi di lingkungan sosial.

Baca Juga: Deteksi Dini Kanker Payudara, Kenali Gejala dan Langkah SADARI Hingga Mammogram

Penyebab dan Cara Penularan

Influenza disebabkan oleh virus influenza yang umumnya terbagi menjadi tipe A, B, dan C. Tipe A paling sering memicu wabah musiman, sementara tipe B umumnya lebih ringan namun tetap menular, dan tipe C biasanya hanya menyebabkan gejala sangat ringan.

Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan penderita, menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi (di mana virus dapat bertahan hingga 24 jam), serta berada di ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk.

Gejala yang Harus Diperhatikan

Gejala flu biasanya mulai muncul satu hingga tiga hari setelah paparan. Gejala utamanya meliputi demam tinggi, hidung tersumbat atau berair, batuk kering, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, serta lemas atau tidak bertenaga.

Pada anak kecil atau balita, gejala tambahan yang sering muncul adalah rewel berlebihan, nafsu makan menurun, muntah atau diare, dan sulit tidur.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Kanker Tulang, Gejala, Diagnosis dan Langkah Penanganan

Ancaman Komplikasi dan Tindakan Darurat

Meskipun sering dianggap penyakit ringan, flu dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia, infeksi telinga (otitis media), sinusitis, dehidrasi, atau perburukan asma.

Anak harus segera dibawa ke dokter jika mengalami kondisi kritis, yaitu demam tinggi yang tidak turun selama lebih dari tiga hari, napas cepat atau sesak, tidak mau makan atau minum, kejang demam, atau anak tampak sangat lemas serta mengantuk.

Perawatan dan Pencegahan Kunci

Pengobatan influenza fokus pada peredaan gejala dan percepatan pemulihan. Perawatan dapat dilakukan dengan istirahat cukup, memastikan anak banyak minum cairan (air putih, ASI, atau cairan hangat) untuk mencegah dehidrasi, serta pemberian obat penurun demam seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis (aspirin tidak dianjurkan).

Dalam kasus tertentu, dokter mungkin meresepkan obat antivirus seperti oseltamivir. Penggunaan humidifier dan pemberian makanan bergizi seperti sup ayam juga dapat membantu pemulihan.

Langkah pencegahan terbaik adalah melalui vaksinasi influenza yang dianjurkan diberikan setiap tahun untuk anak usia di atas enam bulan.

Selain itu, kebiasaan hidup sehat seperti mencuci tangan rutin dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin yang benar (menutup mulut dengan siku atau tisu), serta menghindari kerumunan saat anak sedang sakit, sangat krusial untuk menekan risiko penularan. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.