Berikut Bahaya Kebiasaan Merokok Bagi Kesehatan, Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia

AKURAT JAKARTA - Kebiasaan merokok merupakan faktor utama masalah paru-paru di mana asap rokok mengandung ribuan senyawa kimia berbahaya yang dapat menyerang organ-organ vital tubuh.
Dokter Spesialis Paru Eka Hospital Cibubur dr. Paulus Arka Triyoga, Sp.P mengatakan, bahaya merokok bukan hanya pada pengguna, tapi juga perokok pasif.
"Paparan zat-zat berbahaya dalam rokok menimbulkan kerusakan signifikan pada berbagai sistem organ," kata Paulus Arka Triyoga.
Baca Juga: Dishub DKI Targetkan Pendapatan Parkir Naik Dua Kali Lipat Pada Tahun 2026, Segini Jumlahnya
Pertama kerusakan sistem pernapasan. Paru-paru merupakan organ yang paling rentan terhadap dampak negatif merokok.
Inhalasi asap rokok secara kronis menyebabkan kerusakan ireversibel pada alveoli, memicu perkembangan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), termasuk emfisema dan bronkitis kronis.
Selain itu, risiko kanker paru-paru meningkat secara signifikan pada mereka yang memiliki riwayat merokok aktif. Merokok juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi seperti tuberkulosis (TBC) dan pneumonia.
Baca Juga: Waspada Radang Usus Buntu, Berikut Ini Gejala, Penyebab dan Pengobatannya
Penumpukan tar pada paru menghambat fungsi pernapasan Anda secara perlahan-lahan.
Kedua sistem kardiovaskular. Nikotin dan karbon monoksida dalam asap rokok mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung.
Hal ini memaksa jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan peluang munculnya penyakit jantung koroner, infark miokardium, serta stroke.
Proses aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah akibat pembentukan plak pada dinding arteri, juga dipercepat oleh kebiasaan merokok.
Ketiga sistem saraf pusat. Nikotin memiliki sifat adiktif/candu yang kuat dan mempengaruhi kimia otak. Disamping itu, penurunan aliran darah serebral akibat penyempitan pembuluh darah dapat mengganggu fungsi kognitif dan meningkatkan kerentanan terhadap stroke.
Keempat mata. Merokok dalam jangka panjang dapat memengaruhi penglihatan dan saraf optik. Merokok dapat menyebabkan gangguan yang memengaruhi mata seperti glaukoma, katarak, dan degenerasi makula.
Kelima kulit. Merokok mempercepat proses penuaan kulit melalui kerusakan serat kolagen dan elastin. Akibatnya, kulit kehilangan elastisitas, menjadi lebih keriput, tampak kusam, dan mengalami penurunan kemampuan regenerasi. Proses penyembuhan luka pada perokok juga cenderung lebih lambat.
Adapun bahaya perokok pasif dapat mengalami risiko sama besarnya dengan perokok aktif. Mereka yang tidak merokok namun terpapar asap rokok lingkungan memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan.
Termasuk penyakit kardiovaskular, kanker paru-paru, infeksi saluran pernapasan (terutama pada populasi anak), asma dan alergi, serta peningkatan risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS).
Kaitan kebiasaan merokok dan mental. Bagi sebagian besar perokok, hal ini dilakukan sebagai mekanisme pertahanan diri terhadap stres atau kecemasan.
Sayangnya, nikotin pada rokok, dalam jangka panjang berpotensi memperburuk kondisi kesehatan mental. Ketergantungan nikotin menciptakan siklus kecanduan yang kuat, sehingga sulit untuk berhenti.
Bahaya rokok bagi generasi muda
Tak bisa dipungkiri, industri rokok lewat kampanye marketingnya secara implisit meningkatkan jumlah perokok pada usia muda.
Konsumsi rokok sejak usia muda malah jauh merugikan dibandingkan saat dewasa atau tua. Hal ini disebabkan organ seperti paru-paru dan otak belum berkembang secara sempurna.
Kebiasaan merokok pada usia remaja juga meningkatkan risiko kecanduan yang lebih sulit dihilangkan dan perkembangan penyakit kronis di kemudian hari.
Selain kesehatan, merokok juga dapat membawa kerugian finansial. Harga rokok yang mahal bertemu dengan kebiasaan merokok yang rutin tentunya akan menguras isi dompet Anda.
Di samping, merokok juga berkontribusi terhadap rusaknya lingkungan. Asap rokok dapat mencemari kualitas udara.
Pembuangan puntung rokok yang tidak bertanggung jawab menyebabkan polusi tanah dan air akibat kandungan plastik yang sulit terurai.
Proses produksi tembakau juga berkorelasi dengan penggundulan hutan untuk pembukaan ladang tembakau dan penggunaan pestisida yang berpotensi merusak ekosistem.
Kesadaran global akan bahaya merokok telah mendorong implementasi berbagai kebijakan dan program pengendalian tembakau. Setiap tanggal 31 Mei, dunia memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS).
Momen ini menjadi pengingat penting akan dampak buruk tembakau dan ajakan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas asap rokok.
Berbagai langkah seperti peningkatan tarif cukai rokok, pelarangan iklan dan promosi rokok, pencantuman peringatan kesehatan grafis pada kemasan rokok, serta kampanye edukasi publik secara intensif bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk merokok dan mempromosikan gaya hidup sehat.
HTTS adalah kesempatan bagi kita semua untuk menghentikan kebiasaan merokok dan mengambil langkah nyata menuju hidup yang lebih sehat.
Berhenti merokok memang bukan hal mudah, namun ini adalah investasi terbaik untuk masa depan Anda dan orang-orang terkasih. Ada banyak dukungan dan program rehabilitasi yang tersedia untuk membantu Anda lepas dari jerat nikotin. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








