Bolehkah Menikah di Bulan Suro? Ini Fakta di Balik Mitos yang Masih Dipercaya!

AKURAT JAKARTA - Menikah di bulan Suro kerap menjadi topik yang hangat diperbincangkan, terutama di kalangan masyarakat Jawa.
Mitos malam 1 Suro hingga kini masih melekat kuat dalam budaya Jawa dan kerap dijadikan pertimbangan saat menentukan tanggal pernikahan.
Dalam judul yang mengundang rasa penasaran, banyak orang bertanya-tanya: Apakah benar menikah di bulan Suro membawa kesialan?
Baca Juga: Taman Paling Romantis di Jantung Jakarta: Menelusuri Keindahan Taman Suropati
Bulan Suro, atau dikenal juga sebagai Muharram dalam kalender Hijriah, dianggap sebagai bulan penuh makna dan sakral oleh sebagian masyarakat Jawa.
Karena kesakralannya, banyak yang meyakini bahwa menggelar acara besar seperti pernikahan pada bulan ini akan membawa nasib buruk.
“Masyarakat Jawa percaya bahwa melakukan pernikahan di bulan Suro hanya akan berujung petaka.”
Baca Juga: Keunggulan Operasi Ganti Lutut Gunakan Robot, Presisi Tinggi hingga Percepat Pemulihan Pasien
Tidak sedikit pula yang mengaitkannya dengan kemungkinan rumah tangga yang goyah dan jauh dari keharmonisan.
Sebagai bulan yang diyakini memiliki energi mistis, masyarakat merasa perlu menjaga diri dari kegiatan yang dianggap mengganggu keseimbangan spiritual.
Oleh karena itu, hajatan besar, khususnya pernikahan, dianggap pantang dilakukan selama bulan Suro berlangsung.
Namun, jika ditilik dari sisi ajaran Islam, tidak ada larangan untuk menikah di bulan Muharram.
“Dalam syariat Islam, tak ada hari tertentu yang dilarang untuk melangsungkan pernikahan.”
Hal ini diperkuat dengan dalil dalam Al-Qur’an, tepatnya pada surah An-Nur ayat 32, yang menjelaskan bahwa menikah merupakan anjuran Allah SWT bagi orang-orang yang sudah mampu.
Baca Juga: Menelusuri Manisnya Tradisi Betawi Lewat Dodol, Warisan Rasa yang Tak Lekang oleh Zaman
Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya menikah untuk menjaga kehormatan dan membangun keluarga.
Maka dari itu, secara agama tidak ada penghalang untuk melaksanakan pernikahan kapan pun, termasuk di bulan Suro.
Akhirnya, pilihan untuk mengikuti kepercayaan tradisional atau menjalankan ajaran agama sepenuhnya berada di tangan masing-masing individu.
Baca Juga: BLACKPINK bAKAL Guncang GBK November 2025, Ini Tips Jitu Dapatkan Tiketnya
Yang terpenting, niat baik dan kesiapan dalam membina rumah tangga harus menjadi dasar utama. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







