Jakarta

Bahaya Memberikan MPASI Terlalu Dini untuk Bayi di Bawah 6 Bulan

Zainal Abidin | 24 Juli 2025, 08:00 WIB
Bahaya Memberikan MPASI Terlalu Dini untuk Bayi di Bawah 6 Bulan

AKURAT JAKARTA - Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) adalah tahap krusial dalam mendukung perkembangan bayi, tetapi waktunya harus sesuai agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan.

Sayangnya, masih banyak orang tua yang terburu-buru memperkenalkan makanan padat kepada bayi sebelum usia 6 bulan, dengan alasan bayi tampak lapar atau agar cepat gemuk.

Padahal, langkah ini justru bisa menjadi bumerang yang berbahaya, karena sistem pencernaan bayi di bawah 6 bulan belum siap menerima makanan selain ASI.

Baca Juga: Daun Kelor, Si Daun Ajaib Penjaga Kesehatan Anak

Pemberian MPASI terlalu awal terbukti bisa menyebabkan gangguan berupa sumbatan pada saluran pencernaan, kondisi yang dikenal sebagai obstruksi usus.

Hal ini dapat membuat bayi merasa nyeri hebat, perut menjadi kembung, terus-menerus muntah, bahkan tidak bisa buang air besar.

Keadaan tersebut bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat mengancam nyawa jika tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Baca Juga: Waspadai Teh untuk Anak: Risiko Tersembunyi dari Tanin

Selain itu, bayi di bawah usia enam bulan masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, sehingga lebih mudah terkena reaksi alergi makanan seperti ruam kulit, gatal, muntah, hingga kesulitan bernapas.

Jika reaksi alergi tergolong berat, bayi bisa mengalami syok anafilaksis, suatu kondisi darurat yang bisa berujung pada kematian.

Bayi dibawah 6 bulan juga belum bisa menelan dengan baik, jadi memberi MPASI terlalu cepat bisa membuatnya tersedak atau makanan masuk ke paru-paru.

Baca Juga: Mengenal Anak Sensory Seeker: Ketika Dunia Terasa Kurang Nyata Tanpa Rangsangan Tambahan

Hal ini dapat memicu infeksi saluran pernapasan atau bahkan pneumonia aspirasi, yang sangat berbahaya pada usia dini.

Selain itu, memberi MPASI terlalu cepat bisa membuat bayi cepat kenyang dan malas menyusu, padahal ASI adalah makanan terbaik untuk bayi di bawah 6 bulan.

Fakta yang tak kalah mencengangkan, MPASI terlalu dini berisiko menyebabkan kematian, khususnya jika orang tua tidak menyadari adanya komplikasi serius seperti infeksi saluran cerna atau dehidrasi parah akibat muntah dan diare.

Baca Juga: Mengenal Refleks ATNR: Gerakan Otomatis Bayi yang Menentukan Masa Depan Motoriknya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan MPASI diberikan setelah bayi berusia 6 bulan, karena di usia itu pencernaan dan kemampuan makan bayi sudah lebih siap.

Sebagai orang tua, niat baik memberi makan si kecil justru bisa menjadi bencana bila dilakukan tanpa pengetahuan yang benar.

MPASI memang penting, tapi waktu pemberiannya jauh lebih penting agar manfaatnya bisa optimal dan tidak berubah menjadi ancaman.

Baca Juga: Minyak Telon Bisa Bikin Kulit Bayi Iritasi? Ini Cara Aman Memilihnya!

Beri bayi Anda waktu untuk tumbuh dengan aman dan sehat sesuai tahapannya, bukan berdasarkan asumsi semata.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.