Mudah Baper Bukan Aib Tapi Tanda Kamu Punya Empati Tinggi

AKURAT JAKARTA - Kata baper atau “bawa perasaan” sudah sangat akrab di telinga kita, terutama di era media sosial yang serba cepat seperti sekarang.
Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa ciri yang menandakan seseorang mudah baper, bahkan tanpa mereka sadari?
Ciri-ciri ini bisa membantu kamu memahami diri sendiri atau orang lain agar lebih bijak dalam mengelola emosi.
Baca Juga: Inovasi Baru Polda Metro Jaya, Lapor Aman Kota Tua Siap Jaga Keamanan Wisata
Dikutip dari Business Insider, orang yang mudah baper biasanya sangat dipengaruhi oleh suasana hati dan situasi di sekitarnya.
Mereka bisa sangat bahagia dalam satu momen, namun juga terpuruk begitu menghadapi hal kecil yang menyentuh perasaannya.
Hal ini bukan berarti mereka lemah, tapi justru menunjukkan betapa dalamnya kemampuan mereka merasakan sesuatu.
Baca Juga: Biar Nggak Bosan Minum Air Putih, Yuk Kenali 8 Minuman Sehat Alternatifnya
Kamu mungkin termasuk salah satunya jika sering terbawa suasana, mudah tersentuh oleh cerita, atau bahkan sulit melupakan kata-kata orang lain.
Orang dengan karakter seperti ini biasanya juga sangat berempati—mereka bisa ikut cemas, sedih, atau senang ketika orang lain mengalaminya.
Namun, sisi peka tersebut juga membuat energi emosional mereka cepat terkuras.
Baca Juga: 7 Sumber Kolagen Alami yang Bikin Kulit Kencang Tanpa Suplemen Mahal
Selain itu, mereka sering berpikir terlalu dalam, menganalisis sesuatu hingga ke detail yang kadang tidak perlu.
Kritik pun bisa menjadi beban tersendiri karena mereka cenderung memikirkannya berlarut-larut.
Bagi sebagian orang, rutinitas memberi rasa aman, dan perubahan bisa menimbulkan kecemasan yang sulit dikendalikan.
Memahami diri sendiri adalah langkah awal untuk menjaga keseimbangan emosi.
Jika kamu merasa termasuk orang yang mudah baper, bukan berarti itu kelemahan.
Justru dengan mengenali perasaanmu, kamu bisa belajar untuk lebih kuat, lebih sabar, dan lebih menerima diri apa adanya.
Baca Juga: Kenali Doomscrolling, Sebuah Kebiasaan Scrolling Tanpa Henti yang Mulai Merusak Otakmu
Karena pada akhirnya, peka bukanlah kekurangan, itu adalah tanda bahwa hatimu masih hidup dan peduli. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






