Jakarta

Tak Lagi Normal, Ini Bukti Bumi Kirim Tanda Sedang di "Masa Kritis"

Zainal Abidin | 23 Oktober 2025, 10:00 WIB
Tak Lagi Normal, Ini Bukti Bumi Kirim Tanda Sedang di "Masa Kritis"

AKURAT JAKARTA - Peningkatan suhu laut dan udara yang semakin panas menjadi sinyal nyata bahwa Bumi sedang tidak baik-baik saja.

Alam sebenarnya sudah lama memberi peringatan, namun manusia sering menutup mata dan tetap hidup seolah semuanya berjalan normal.

Menurut laporan Bolde.com, para ilmuwan menggambarkan kondisi planet kita kini berada dalam fase kritis.

Baca Juga: Melawan Hukum Alam, Islandia Akhirnya Kedatangan Nyamuk untuk Pertama Kalinya

Hampir seluruh sistem pendukung kehidupan menunjukkan tanda-tanda kelelahan akibat perubahan iklim, polusi, dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

Selama satu dekade terakhir, suhu global terus memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah.

Dampaknya, es di Kutub Utara dan Selatan mencair dengan cepat, memicu kenaikan permukaan laut dan mengancam kehidupan di wilayah pesisir.

Baca Juga: Sarapan Pagi Berprotein Tinggi, Kunci Tubuh Bertenaga dan Gula Darah Stabil

Laut juga menjadi lebih panas dan asam, menyebabkan kematian massal terumbu karang yang selama ini menjadi rumah bagi ribuan spesies laut.

Cuaca ekstrem kini menjadi hal yang biasa.

Banjir, badai besar, hingga gelombang panas ekstrem semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Masih Sering Keliru, Ini Perbedaan Alergi dan Keracunan Makanan yang Perlu Kamu Tahu

Di sisi lain, kebakaran hutan besar dari Amazon hingga Kanada telah menurunkan kualitas udara global.

Perubahan suhu ekstrem ini bahkan menyebabkan kematian massal satwa liar, membuat banyak spesies punah lebih cepat dari yang diperkirakan ilmuwan.

Bumi juga menghadapi krisis air bersih yang makin parah.

Baca Juga: Mootiara Merapat! Tiara Andini Edelweiss Showcase 2025 Digelar di Balai Sarbini Jakarta pada 21 November, Segini Harga Tiketnya

Banyak wilayah kini kekeringan dan sumber air tanah menurun drastis.

Lautan pun tercemar mikroplastik, yang kini ditemukan di hampir semua ekosistem, bahkan di tubuh ikan dan manusia.

Sementara itu, hutan tropis menyusut cepat akibat pembalakan liar, dan tanah pertanian kehilangan kesuburannya karena penggunaan pestisida berlebihan.

Baca Juga: Konser Gratis! Harmoni Musik Kota Batu Bakal Dimeriahkan Guyon Waton hingga Fakedopp, Cek Tanggal, Lokasi dan Rangkaian Acaranya

Dampak lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah gangguan rantai makanan global dan peningkatan penyakit zoonosis atau  penyakit yang menular dari hewan ke manusia.

Dengan perubahan habitat, banyak hewan bermigrasi ke wilayah baru dan meningkatkan potensi penyebaran virus baru.

Ilmuwan mengingatkan, jika tanda-tanda ini terus diabaikan, maka masa depan manusia bisa berada di ambang bahaya.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Alergi Susu Sapi Bisa Ganggu Perkembangan Anak

Bumi sedang “berbicara” lewat bencana, cuaca ekstrem, dan perubahan ekosistem.

Sekarang tinggal kamu: Mau mendengar peringatannya atau tetap berpura-pura semuanya baik-baik saja? (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.