Jangan Diremehkan! Kebiasaan Tidur Setelah Makan Bisa Picu Penyakit Serius

AKURAT JAKARTA - Bahaya tidur setelah makan sering kali dianggap sepele, padahal kebiasaan ini bisa memengaruhi kesehatanmu dalam jangka panjang.
Banyak orang tidak menyadari bahwa bahaya tidur setelah makan bukan hanya sekadar soal rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan serius pada tubuh.
Ketika kamu memahami bahaya tidur setelah makan, kamu akan lebih berhati-hati mengatur kebiasaan malam hari.
Baca Juga: Tips Menyimpan Jeroan agar Tetap Segar, Banyak yang Belum Tahu!
Kebiasaan sederhana seperti rebahan setelah mengisi perut ternyata bisa menimbulkan efek berantai yang berdampak pada sistem pencernaan, metabolisme, hingga risiko penyakit tertentu.
Karena itu, penting bagi kamu mengenali apa saja gangguan kesehatan yang mungkin muncul dan bagaimana pencegahannya.
Berikut penjelasannya secara lebih mendalam.
Baca Juga: Kabar Gembira, Musisi Jazz Ternama Ramaikan JakJazz 2025 di Senayan Park
1. Gangguan pencernaan
Menurut Very Well Health, saat kamu langsung berbaring, posisi tubuh memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.
Akibatnya, kamu bisa merasakan sensasi terbakar di dada atau tenggorokan yang sering disebut heartburn dan tentunya membuat tidur tidak nyaman.
Baca Juga: 5 Kesalahan Jeruk Nipis yang Bikin Masakan Jadi Hambar dan Pahit
2. Kenaikan berat badan
Saat kamu tidur, metabolisme melambat sehingga kalori yang baru saja dikonsumsi tidak terbakar dengan optimal dan akhirnya disimpan sebagai lemak.
Jika menjadi kebiasaan, kondisi ini dapat memicu penyakit jantung, diabetes, serta kolesterol tinggi.
Baca Juga: Big Bang Fest 2025 Gabungkan Konser Musik dan Pameran Cuci Gudang di JIEXPO
3. Gangguan kualitas tidur
Tubuh tetap bekerja keras mencerna makanan sehingga suhu inti tubuh meningkat, padahal seharusnya suhu tubuh menurun jelang tidur.
Refluks asam yang muncul pun bisa membuat kamu terbangun berkali-kali di malam hari.
Baca Juga: Bikin Deg-degan Nih, Mahalini Siap Gelar Konser Comeback di Jakarta, Intip Rincian Harga Tiketnya
4. Lonjakan gula darah
Tanpa kesempatan untuk membakar energi dari makanan, kadar gula tetap tinggi lebih lama dan berpotensi memicu resistansi insulin yang menjadi awal dari diabetes tipe 2.
5. meningkatnya risiko strok
Iritasi akibat asam lambung yang naik diduga dapat memengaruhi aliran darah dan kesehatan kardiovaskular.
6. Meningkatkan suhu inti tubuh dan mengacaukan ritme sirkadian
Jam biologis tubuh menjadi terganggu sehingga kamu kesulitan tidur tepat waktu atau tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik.
Melihat banyaknya dampak buruk ini, sebaiknya kamu memberi jeda waktu antara makan dan tidur.
Hindari pula makanan berat, berlemak, atau tinggi gula di malam hari.
Mulai sekarang, jangan langsung rebahan setelah makan, ya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








