Jakarta

Tips Menyimpan Jeroan agar Tetap Segar, Banyak yang Belum Tahu!

Zainal Abidin | 26 November 2025, 18:30 WIB
Tips Menyimpan Jeroan agar Tetap Segar, Banyak yang Belum Tahu!

AKURAT JAKARTA - Bagi banyak orang, jeroan adalah bahan masakan yang bisa kamu olah menjadi berbagai hidangan lezat.

Tidak heran kalau kamu sering membeli jeroan dalam jumlah cukup banyak untuk dijadikan stok.

Mulai dari sup, tumisan, hingga berbagai olahan kering, jeroan selalu punya tempat bagi pencinta masakan rumahan.

Baca Juga: Konser Tipe-X di Big Bang Fest 2025, Perayaan Akhir Tahun Gabungan Konser dan Bazar Diskon di JIEXPO

Namun, berbeda dengan daging biasa, jeroan termasuk bahan yang jauh lebih cepat rusak sehingga perlu penanganan khusus saat disimpan di kulkas.

Kesalahan kecil dalam penyimpanan saja bisa membuat kualitasnya menurun atau bahkan tidak layak konsumsi.

Nah, berikut ini merupakan tips menyimpan jeroan agar tetap segar dan bisa lebih tahan lama.

1. Merebus jeroan terlebih dahulu

Baca Juga: Jakarta Bersiap! Secondhand Serenade Bawa Orkestra ke Senayan untuk Rayakan 20 Tahun Awake

Tips pertama yang wajib kamu lakukan adalah merebus jeroan terlebih dahulu.

Membersihkan jeroan tidak cukup hanya dengan air mengalir.

Untuk menghilangkan kotoran sekaligus baunya, sebaiknya jeroan direbus sebentar.

Baca Juga: Mai Hang Food Festival Kembali Digelar di Labuan Bajo Akhir Pekan Ini, Tersedia 20 Tenant Makanan dan Minuman Khas, Simak Acaranya!

Seperti disebutkan, “Untuk menghilangkan berbagai kotoran ataupun baunya, sebaiknya jeroan direbus terlebih dahulu.”

Metode ini menjadikan jeroan lebih tahan lama dan mudah kamu olah nantinya.

Kamu bisa menambahkan daun salam, serai, jahe geprek, dan sedikit garam agar aromanya semakin bersih dan sedap.

Baca Juga: Konser Orkestra Anime Symphony Kembali Digelar di Jakarta 25 Januari 2026, Penjualan Tiket Dimulai 1 Desember, Segini Harganya!

2. Memotong jeroan sebelum disimpan

Tips berikutnya adalah memotong jeroan sebelum disimpan.

Jeroan seperti babat, hati, atau paru biasanya berukuran cukup besar.

Jika kamu menyimpannya utuh, maka saat ingin memasak sedikit saja, kamu harus mencairkan semuanya.

Baca Juga: Rahasia Jus Nanas yang Jarang Disadari, Manfaatnya Ternyata Lebih Kuat dari yang Dibayangkan

Pembekuan berulang bisa mempercepat kerusakan.

Dengan memotongnya lebih dulu, penyimpanan jadi rapi dan efisien.

3. Gunakan wadah yang bersih dan tertutup

Baca Juga: Bukan Obat, Ternyata Sayuran Ini Lebih Efektif Atasi Sembelit

Ketiga, gunakan wadah yang bersih dan tertutup.

Kamu harus memastikan jeroan disimpan di tempat kering dan higienis untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Pisahkan berdasarkan jenisnya dan jangan satukan dengan daging segar, karena jeroan lebih mudah rusak.

Baca Juga: Jangan Lupa, Konser JKT48 hingga Kunto Aji di Play GenZ Fest 2025, Cek Waktu dan Lokasinya di Sini

4. Menyimpan di chiller selama 2 hari

Keempat, menyimpan di chiller selama 2 hari cocok jika kamu ingin segera memasaknya.

Simpan dalam wadah tertutup dan pastikan tidak ada perubahan tekstur atau aroma.

Baca Juga: Rahasia Redakan Sakit Perut dengan Makanan yang Mudah Kamu Temukan

5. Membekukannya di freezer

Untuk penyimpanan jangka panjang, langkah kelima adalah membekukannya di freezer.

Jika disimpan dengan benar dalam wadah kedap dan tidak mengalami siklus cair-beku berulang, jeroan bisa bertahan hingga 3 bulan.

Baca Juga: Trik Penyimpanan Tomat yang Jarang Diketahui, tapi Hasilnya Luar Biasa

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, kamu bisa memastikan jeroan tetap segar, aman, dan siap diolah kapan saja. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.