Jakarta

GERD: Penyakit Asam Lambung yang Sering Diabaikan, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Zainal Abidin | 26 Januari 2026, 18:30 WIB
GERD: Penyakit Asam Lambung yang Sering Diabaikan, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

AKURAT JAKARTA: Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD adalah gangguan pencernaan kronis yang terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan secara berulang.

Kondisi ini kerap dianggap sepele karena gejalanya mirip maag biasa, padahal jika dibiarkan bisa menimbulkan iritasi hingga luka pada kerongkongan.

GERD dapat dialami siapa saja, baik usia muda maupun lanjut, terutama mereka yang memiliki pola makan tidak teratur dan gaya hidup kurang sehat.

Baca Juga: 5 Makanan yang Membuat Ginjal Bekerja Keras dan Berbahaya bagi Kesehatan

Gejala

Gejala GERD yang paling umum adalah rasa panas di dada atau heartburn yang biasanya muncul setelah makan atau saat tubuh dalam posisi berbaring.

Selain itu, penderita GERD sering merasakan nyeri di ulu hati yang terasa perih, panas, atau seperti terbakar dari perut hingga ke dada.

Baca Juga: Mudah Muncul Memar, Waspadai Gejala Trombositopenia yang Sering Tak Disadari

Asam lambung yang naik juga bisa menyebabkan rasa asam atau pahit di mulut, terutama saat bangun tidur di pagi hari.

Tidak sedikit penderita GERD mengalami mual, perut kembung, sering sendawa, serta rasa penuh meski hanya makan dalam jumlah kecil.

Pada kondisi tertentu, GERD juga menimbulkan batuk kering berkepanjangan, suara serak, hingga sensasi mengganjal di tenggorokan.

Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Indoor di Jakarta yang Aman Dikunjungi Saat Musim Hujan

Secara medis, GERD terjadi akibat melemahnya katup antara lambung dan kerongkongan yang seharusnya mencegah asam lambung naik.

Kebiasaan makan berlebihan, konsumsi makanan berlemak, pedas, dan asam, serta minuman berkafein menjadi pemicu utama kondisi ini.

Faktor lain seperti obesitas, merokok, stres berlebihan, dan kebiasaan langsung berbaring setelah makan juga meningkatkan risiko GERD.

Baca Juga: Gubernur DKI Kejar Izin Konser BTS di JIS 26-27 Desember Mendatang

Mencegah GERD

Pencegahan GERD dapat dimulai dari perubahan gaya hidup yang sederhana namun konsisten dilakukan dalam aktivitas sehari-hari.

Makan dengan porsi kecil tetapi lebih sering membantu mengurangi tekanan berlebih pada lambung dan mencegah asam naik.

Baca Juga: Jangan Lupa! Akhir Bulan Ini Ada Konser Opick Di Bawah LangitMu di Alun-Alun Barat Kota Serang, Dimeriahkan Wali Band, D’Masiv, dan Vierratale

Memberi jarak waktu dua hingga tiga jam antara makan dan tidur sangat dianjurkan untuk menjaga posisi lambung tetap stabil.

Menghindari makanan pemicu seperti gorengan, cokelat, kopi, dan minuman bersoda juga berperan penting dalam mengendalikan gejala GERD.

Selain itu, menjaga berat badan ideal dan mengelola stres dengan baik dapat membantu menurunkan produksi asam lambung berlebih.

Baca Juga: 10 Tips Menggunakan AC agar Tidak Boros Listrik, Tetap Sejuk dan Ramah Tagihan

GERD bukan sekadar gangguan lambung biasa, tetapi kondisi yang perlu dikenali sejak dini agar tidak berkembang menjadi komplikasi serius.

Jika gejala muncul lebih dari dua kali dalam seminggu atau tidak membaik dengan perubahan pola hidup, pemeriksaan medis sangat disarankan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.