Jakarta

5 Makanan yang Membuat Ginjal Bekerja Keras dan Berbahaya bagi Kesehatan

Anggerhana Denni Rahmawati | 25 Januari 2026, 12:00 WIB
5 Makanan yang Membuat Ginjal Bekerja Keras dan Berbahaya bagi Kesehatan

AKURAT JAKARTA - Ginjal memiliki peran vital dalam kesehatan dengan menjaga keseimbangan cairan, menyaring racun, serta mengatur tekanan darah dalam tubuh manusia.

Organ ini bekerja tanpa henti setiap hari, sehingga kebiasaan makan sangat menentukan apakah ginjal tetap sehat atau justru terbebani.

Sayangnya, banyak makanan harian yang terlihat praktis dan lezat, namun dapat membuat ginjal bekerja lebih keras dari kemampuan normalnya.

Baca Juga: Bahaya Mengonsumsi Roti Berjamur yang Sering Dianggap Sepele

Kesadaran memilih makanan menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan ginjal yang sering datang tanpa gejala jelas.

Berikut lima jenis makanan yang perlu diwaspadai karena dapat membahayakan ginjal jika dikonsumsi berlebihan dan terlalu sering.

1. Mi instan dan makanan instan

Baca Juga: Bogor Treetop Zipline Adventure, Sensasi Melayang Menyusuri Hutan di Kaki Gunung Salak

Mi instan mengandung natrium sangat tinggi yang membuat ginjal bekerja ekstra untuk membuang kelebihan garam dari tubuh.

Selain itu, bahan pengawet dan perisa buatan dalam makanan instan dapat menambah beban penyaringan ginjal secara perlahan.

Jika dikonsumsi sesekali mungkin tidak berbahaya, namun konsumsi rutin dapat memicu penumpukan beban kerja ginjal setiap hari. 

Baca Juga: Desa Wisata Sembalun, Sensasi Healing di Kaki Gunung Rinjani

Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menurunkan fungsi ginjal tanpa disadari oleh penderitanya.

2. Makanan asin berlebihan

Keripik, ikan asin, makanan kalengan, dan lauk terlalu asin dapat meningkatkan tekanan darah secara bertahap.

Baca Juga: Desa Wisata Sembalun, Sensasi Healing di Kaki Gunung Rinjani

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab utama kerusakan ginjal yang sering berkembang tanpa keluhan awal.

Garam berlebih membuat ginjal kesulitan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.

Jika tidak dikontrol, risiko penyakit ginjal kronis dapat meningkat secara signifikan.

Baca Juga: Gunung Anak Dara, Pendakian dengan Jalur Menantang dan Panorama Rinjani yang Memikat

3. Minuman manis kemasan

Minuman berpemanis mengandung gula tinggi yang dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan kadar gula darah.

Ginjal harus bekerja lebih keras menyaring darah dengan kadar gula tinggi dalam jangka waktu lama.

Baca Juga: Tips Aman dan Nyaman Berwisata di Musim Hujan di Jakarta

Kondisi ini berisiko memicu diabetes, yang dikenal sebagai salah satu faktor utama penyebab gagal ginjal.

Konsumsi air putih jauh lebih aman untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal.

4. Makanan olahan atau processed food

Baca Juga: Ngarai Sianok, Lanskap Alam Ikonik Sumatra Barat yang Diabadikan di Uang Rp2.000

Sosis, nugget, dan frozen food mengandung kombinasi garam, lemak, serta zat tambahan buatan.

Kandungan tersebut membuat ginjal terus bekerja tanpa jeda untuk menetralkan dan membuang zat sisa.

Jika makanan olahan menjadi menu harian, ginjal tidak memiliki waktu pemulihan yang cukup.

Baca Juga: Jarang Belajar? Waspada, Kemampuan Otak Bisa Jadi Lemot Tanpa Disadari

Dalam jangka panjang, hal ini dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal.

5. Pola makan rendah serat dan minim makanan segar

Kurang konsumsi sayur dan buah membuat sistem pencernaan dan metabolisme tubuh tidak seimbang.

Baca Juga: Dukung Kelancaran Acara Formal, Royal Snack Box Jawab Kebutuhan Konsumsi Praktis Masyarakat Urban

Ketidakseimbangan ini berdampak pada proses pembuangan zat sisa yang akhirnya membebani ginjal.

Makanan segar kaya serat membantu tubuh bekerja lebih efisien dan mendukung kesehatan ginjal.

Mengubah pola makan sejak dini menjadi investasi penting untuk kualitas hidup jangka panjang. 

Baca Juga: Agenda Akhir Pekan di Jakarta: Festival Musik, Bazar Menarik, dan Pameran Seni untuk Keluarga

Menjaga ginjal tidak harus menunggu sakit, tetapi dimulai dari kesadaran memilih makanan setiap hari.

Langkah kecil yang konsisten dapat melindungi ginjal dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.